Terbit pada
Rabu, 30 September 2026

Mojokerto, ITS News – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) berbasis produk mengimplementasikan sistem pompa air tenaga surya untuk mendukung peternakan bebek di Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mengenal dan memanfaatkan energi terbarukan sekaligus mengurangi biaya operasional pompa air pada peternakan bebek.

Kegiatan yang menggandeng Pemerintah Desa Karangkuten ini berlangsung secara bertahap, mulai dari survei dan observasi lokasi, analisis permasalahan mitra, perancangan sistem, perakitan dan instalasi peralatan, hingga demonstrasi serta sosialisasi kepada mitra yang terlaksana pada minggu, (23/8). Permasalahan utama adalah tingginya biaya operasional pompa air yang sebelumnya bergantung pada listrik konvensional. Padahal, ketersediaan air adalah hal yang krusial dalam mendukung kesehatan dan produktivitas peternakan bebek.
Berdasarkan permasalahan tersebut, tim abmas dari Departemen Teknik Elektro ITS menawarkan solusi berupa sistem photovoltaic (PV) on-grid yang terintegrasi dengan pompa air dan teknologi monitoring. Melalui pemanfaatan energi surya, sistem pompa diharapkan dapat membantu mengurangi konsumsi listrik untuk kebutuhan pengairan serta memberikan alternatif sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Sistem ini memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi listrik yang dikombinasikan dengan jaringan listrik PLN. Selain itu, sistem dilengkapi dengan wireless data logger yang memungkinkan pemantauan kinerja sistem secara real-time melalui perangkat seperti telepon seluler atau laptop. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
Novi Prihatiningrum selaku Kepala Desa Karangkuten mengucapkan rasa terima kasih atas adanya kegiatan ini. Menurutnya, masyarakat telah teredukasi bahwa energi matahari bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, salah satunya untuk pompa air. “Semoga ke depannya teknologi seperti ini bisa terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa,” ungkapnya.
Edi selaku salah satu pemilik kandang bebek juga mengaku sangat terbantu untuk memenuhi kebutuhan air di kandang. “Selain bisa mengurangi penggunaan listrik, kami juga jadi lebih tahu bagaimana energi matahari bisa dimanfaatkan untuk kegiatan peternakan,” tuturnya.
Dengan adanya sistem pompa air bertenaga surya, peternak di Desa Karangkuten kini dapat memenuhi kebutuhan air ternak secara lebih efisien, berkelanjutan, dan ekonomis. Program ini juga mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan energi surya sebagai solusi teknologi ramah lingkungan yang dapat mendukung keberlanjutan usaha peternakan dan ketahanan pangan di tingkat masyarakat. Hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau. (*)