Perluas Kolaborasi, ITS Gelar The 2nd Indonesia Investment Forum 2026

Terbit pada

Kamis, 15 Oktober 2026

Suasana saat acara The 2nd Indonesia Investment Forum (IIF) 2026 berlangsung
Suasana saat acara The 2nd Indonesia Investment Forum (IIF) 2026 berlangsung

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan eksistensinya di kancah internasional. Bekerja sama dengan Indonesia Blockchain Center (IBC), ITS menyelenggarakan The 2nd Indonesia Investment Forum (IIF) 2026 pada 7 Oktober lalu. Forum ini berlangsung selama dua hari di Sky Ventures Capital, One Raffles Place, Singapura.

Forum ini hadir sebagai lanjutan dari Indonesia Investment Education (IIE) yang diselenggarakan pada tahun 2025. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini ditujukan untuk memperkenalkan potensi ITS dan Jawa Timur kepada investor global. Sebagai penyelenggara, ITS turut mempromosikan inovasi beserta peluang pengembangannya pada lingkup industri di Indonesia. 

Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak BBus MSc menghadiri acara ini secara daring. Dalam pemaparannya, Emil menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki infrastruktur yang mampu mendukung daya tarik investasi global. “Kami memastikan investor tidak menemui kesulitan dalam berinvestasi di Jawa Timur,” ujar lelaki yang akrab disapa Emil itu.

Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak BBus MSc (kanan) saat menyampaikan paparan secara daring dalam The 2nd Indonesia Investment Forum (IIF) 2026
Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak BBus MSc (kanan) saat menyampaikan paparan secara daring dalam The 2nd Indonesia Investment Forum (IIF) 2026

Turut mendukung pengembangan tersebut, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menambahkan bahwa posisi strategis yang dimiliki ITS perlu disertai investasi yang memadai. Pengembangan inovasi-inovasi di ITS membutuhkan kolaborasi dengan industri. “ITS siap untuk menjadi mitra industri global,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PSPI-KP) ITS Dr Arman Hakim Nasution MEng turut menyoroti peluang investasi Jawa Timur yang mencatat pertumbuhan ekonomi 5,34 persen. Sejalan dengan hal itu, ITS juga memiliki 12 Centre of Excellence dan tujuh Science Techno Park yang memerlukan dukungan investasi. “Kami perlu meningkatkan kapasitas agar terhubung dengan jaringan global,” tegas lelaki yang akrab disapa Arman tersebut.

Lebih lanjut, Arman memperkenalkan Dana Abadi ITS yakni skema pendanaan jangka panjang yang mempertemukan perguruan tinggi, investor scale-up, dan agen pitching. Skema ini memproyeksikan target sebesar Rp3 triliun atau sekitar 168 juta dolar AS pada 2030. “Kekayaan intelektual harus tumbuh dengan model increasing return,” imbuhnya.

Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PSPI-KP) ITS Dr Arman Hakim Nasution MEng (kiri) saat menyepakati Letter of Agreement bersama Presiden Asia Web3 and AI Association (AWAA) Dr Anthony Kho
Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PSPI-KP) ITS Dr Arman Hakim Nasution MEng (kiri) saat menyepakati Letter of Agreement (LoA) bersama Presiden Asia Web3 and AI Association (AWAA) Dr Anthony Kho pada The 2nd Indonesia Investment Forum (IIF) 2026

Sebagai tindak lanjut pelaksanaan forum, ITS menandatangani Letter of Agreement (LoA) dengan tiga lembaga dan perusahaan teknologi finansial (fintech) serta akal imitasi (AI) internasional. Ketiganya ialah BehNeh, Asia Web3 & AI Association (AWAA), dan 8Hexa Financial. Penandatanganan ini menjadi bukti kepercayaan mitra global terhadap inovasi ITS sekaligus langkah awal menuju kolaborasi yang lebih konkret di bidang investasi dan pengembangan teknologi.

Melalui kegiatan ini, ITS turut berkontribusi dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya, poin ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta poin ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. “Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong investasi berbasis inovasi dan teknologi di Indonesia,” ungkap Arman. (*)

 

Reporter: Asher Yedijah Hoesono
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi

×