Pangkas Jarak Ratusan Kilometer, Patriot ITS Rancang Layanan Kependudukan Digital

Terbit pada

Senin, 21 September 2026

Permohonan pembuatan dokumen Kartu Keluarga dan Akta kini tidak perlu datang langsung ke Disdukcapil Ransiki berkat aplikasi buatan TEP 05 ITS

Manokwari Selatan, ITS News – Mengurus dokumen kependudukan bagi sebagian warga di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, bukan sekadar persoalan administrasi. Jarak dan waktu tempuh menuju pusat layanan membuat warga harus melakukan beberapa kali perjalanan yang cukup jauh. Menjawab permasalahan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 05 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang sistem layanan administrasi kependudukan digital berbasis web.

Ketua TEP 05 ITS, Yogantara Satya Dharmawan SKom MBusProcessMgt, menjelaskan bahwa selama ini warga yang hendak mengurus KK dan akta harus datang langsung ke Ransiki yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Manokwari Selatan. Setibanya di sana, warga mengambil formulir, kemudian kembali pulang untuk meminta tanda tangan kepala kampung lalu kembali lagi ke Ransiki untuk menyelesaikan proses pengajuan.

Setelah dokumen diajukan, warga perlu menunggu proses selama sekitar dua hingga tiga hari sebelum kembali lagi ke Ransiki untuk mengambil dokumen yang telah selesai. Bagi warga Dataran Isim sebagai salah satu wilayah terjauh, perjalanan menuju Ransiki mencapai sekitar 100 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 30 menit.

Yoga menjelaskan bahwa permasalahannya bukan pada prosedur pengajuan di Ransiki, karena sistemnya sudah terintegrasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). “Yang menjadi persoalan adalah masyarakat masih harus bolak-balik mengantarkan dokumen pengajuan,” jelas Dosen Departemen Sistem Informasi ITS tersebut.

Untuk menjawab persoalan tersebut, TEP 05 ITS mengembangkan sistem digital berbasis web yang memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan KK dan akta melalui gawai masing-masing. Dalam skema ini, warga tidak lagi harus datang ke Ransiki untuk menyerahkan dokumen pengajuan. Setelah permohonan diproses melalui website, warga cukup datang satu kali untuk mengambil berkas.

Sistem tersebut kini telah selesai dikembangkan dengan melibatkan admin dan sekretaris Disdukcapil. Setelah melalui proses pengembangan bersama pihak terkait, platform tersebut siap memasuki tahap uji coba kepada masyarakat. Laporan kemajuan program dipaparkan langsung di hadapan Menteri Transmigrasi RI Dr Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara SH MA saat kunjungan kerja di Oransbari, Manokwari Selatan, Papua Barat (12/9).

Ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 05 ITS, Yogantara Satya Dharmawan SKom MBusProcessMgt saat memaparkan kemajuan program di hadapan Menteri Transmigrasi RI

Yoga menuturkan, digitalisasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem yang telah dimiliki Disdukcapil. Sebaliknya, inovasi ini menjadi penghubung pada tahap pengajuan agar layanan yang sudah tersedia dapat lebih mudah dijangkau masyarakat.

Meski demikian, penerapan layanan digital di wilayah tersebut memiliki tantangan tersendiri. Tidak semua warga memiliki smartphone dan sebagian masyarakat juga belum terbiasa menggunakan aplikasi maupun mengakses website. Karena itu, TEP 05 ITS menyiapkan pendekatan yang tidak hanya bergantung pada teknologi.

Untuk menjaga keberlanjutan program, TEP 05 ITS membentuk Tim Kader Patriot (TKP) yang akan ditempatkan di setiap kampung. Para kader dibekali pelatihan teknis serta Training of Trainers (ToT), sehingga tidak hanya mampu menggunakan sistem, tetapi juga dapat meneruskan pengetahuan kepada petugas lainnya.

Dengan keberadaan satu kader di setiap kampung, warga yang mengalami kesulitan mengakses layanan digital dapat memperoleh pendampingan secara langsung. Pendekatan ini diharapkan membuat transformasi digital tetap inklusif dan tidak meninggalkan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses maupun literasi digital.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 05 ITS, Yogantara Satya Dharmawan SKom MBusProcessMgt (kanan) bersama salah satu anggota saat menjelaskan fitur layanan kependudukan digital

Ke depan, pengembangan TEP 05 ITS juga tidak berhenti pada layanan administrasi kependudukan. Bersama Dinas Kesehatan, tim berencana mengembangkan bank data kesehatan yang dapat mendukung pengelolaan informasi kesehatan masyarakat. Sementara itu, kolaborasi dengan Dinas Pendidikan diarahkan pada pengembangan platform pendaftaran beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).

Beasiswa ADik merupakan program bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi siswa dari wilayah Papua, daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), dan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebelumnya, siswa SMA/SMK yang ingin mendaftar beasiswa ADik perlu datang ke Dinas Pendidikan untuk mengambil dan mengisi formulir. Melalui platform digital yang direncanakan, proses pendaftaran diharapkan dapat dilakukan secara daring sekaligus memungkinkan calon penerima memantau status pendaftarannya.

Rangkaian pengembangan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi yang dibawa TEP 05 ITS tidak semata-mata menghadirkan sebuah platform, tetapi tentang memangkas hambatan layanan yang dihadapi masyarakat. Dengan melibatkan pemerintah daerah dan kader di tingkat kampung, teknologi tersebut diharapkan dapat terus digunakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan warga Manokwari Selatan. Upaya ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terutama poin ke-10 tentang Berkurangnya Kesenjangan serta poin ke-11 tentang Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan. (*)

×