Nawasena ITS Berjaya, Raih Gelar Juara Kompetisi Kapal Internasional - ITS News

Nawasena ITS Berjaya, Raih Gelar Juara Kompetisi Kapal Internasional

Published on
By
Tim riset Nawasena ITS yang berhasil membawa pulang Juara 1 pada kompetisi Dr James A Lisnyk Student Ship Design Competition 2026
Tim riset Nawasena ITS yang berhasil membawa pulang Juara 1 pada kompetisi Dr James A Lisnyk Student Ship Design Competition 2026

Kampus ITS, ITS News — Torehan membanggakan kembali dipersembahkan Tim Nawasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) setelah mencatatkan tinta emas di panggung maritim dunia. Lewat karya inovatif kapal MV. VANTARA NAWA, tim riset kapal ini sukses menyabet Juara 1 ajang Dr. James A. Lisnyk Student Ship Design Competition 2026 yang digelar oleh Society of Naval Architects and Marine Engineers (SNAME), Amerika Serikat.

General Manager Tim Nawasena ITS, Robi Exhaudi SImanjuntak menerangkan bahwa kompetisi yang digelar daring ini mengadu hasil karya rancangan kapal inovatif berlandaskan rekayasa kuat untuk industri maritim. Berhasil mengungguli kampus top dunia, seperti UTN Argentina dan University of Michigan, Tim Nawasena ITS akan mempresentasikan karya sekaligus menerima penghargaan pada forum internasional SNAME di Amerika Serikat pada Oktober mendatang. 

Robi beserta 11 rekan mahasiswa berhasil menjuarai kompetisi ini berkat inovasinya dalam merancang kapal yang mendukung operasional lepas pantai bertipe Inspection, Maintenance, and Repair (IMR). Kapal yang memiliki panjang 84 meter dan lebar 19,3 meter ini dirancang guna membantu perawatan, inspeksi, dan perbaikan fasilitas anjungan migas lepas pantai di Indonesia yang mulai menua. 

Visualisasi Kapal MV. VANTARA NAWA rancangan Tim Nawasena ITS yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan inspeksi lepas pantai dan operasi bawah laut Indonesia
Visualisasi Kapal MV. VANTARA NAWA rancangan Tim Nawasena ITS yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan inspeksi lepas pantai dan operasi bawah laut Indonesia

Guna menjuarai kompetisi ini, imbuh Robi, tidak hanya memerlukan inovasi di atas kertas, tetapi juga harus terbukti realistis, aman, dan siap diproduksi untuk kebutuhan industri maritim. Untuk itu, dirinya beserta tim melakukan pengujian seluruh komponen kapal melalui perencanaan dan perhitungan yang matang. “Setiap gagasan, kami rancang agar masuk akal secara teknis dan dapat diaplikasikan dalam dunia industri,” tegasnya. 

Mahasiswa Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS ini menjelaskan bahwa kapal tersebut turut dilengkapi dengan dua robot bawah laut tanpa awak (Dual-ROV). Robot pertama memiliki tugas untuk memantau kondisi pipa bawah air menggunakan kamera, sementara robot kedua memiliki lengan mekanik guna menangani perbaikan di dasar laut. Kehadiran dua perlengkapan ini membuat proses pemeriksaan dan perawatan fasilitas energi bawah laut menjadi lebih efisien. 

Selain itu, kapal berkecepatan 13 knot ini memiliki efisiensi pada sistem propulsi diesel-electric yang memanfaatkan bahan bakar nabati B40. Pemilihan bahan bakar tersebut diambil setelah membandingkan beberapa bahan bakar dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, operasional, integrasi kapal, dan kesiapan pasokan. “B40 menjadi prioritas karena sesuai dengan karakteristik operasi IMR di Indonesia,” jelas Robi. 

Visualisasi bagian ROV Deployment System MV. VANTARA NAWA, rancangan Tim Nawasena ITS
Visualisasi bagian ROV Deployment System MV. VANTARA NAWA, rancangan Tim Nawasena ITS

Keberhasilan gemilang ini tak lepas dari kerja sama apik Tim Nawasena ITS generasi ke-10 yang berasal dari lintas departemen sekaligus bimbingan intensif dari Prof Dr Ir Agoes Santoso MSc dan Dr Achmad Baidowi ST MT. Robi berharap pencapaian ini mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dalam memajukan dunia kemaritiman Indonesia. 

Inovasi Kapal Vantara Nawa ini menunjukkan konsistensi Tim Nawasena ITS dalam melahirkan inovasi perkapalan sejak awal dibentuk 2017 silam. Kontribusi inovasi Tim Nawasena ITS tersebut mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Selain itu, riset tersebut turut mendukung poin SDGs ke-7 terkait Energi Bersih dan Terjangkau dan poin ke-14 tentang Ekosistem Lautan. (*) 

 

Reporter: Dinda Fithriyyah
Redaktur: Mohammad Febryan Khamim

×