Menfess Jadi Bola Liar Penyebaran Informasi Digital - ITS News

Menfess Jadi Bola Liar Penyebaran Informasi Digital

Published on
By
Maraknya penggunaan menfess sebagai upaya penyebaran informasi
Maraknya penggunaan menfess sebagai upaya penyebaran informasi

Kampus ITS, Opini — Perkembangan media sosial telah membawa perubahan besar terhadap cara masyarakat memperoleh dan mengkomunikasikan informasi. Kini, informasi dapat menjangkau ribuan pengguna dalam hitungan detik, jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Di tengah perkembangan cepat ini, akun mention confess (menfess) kian marak muncul di media sosial sebagai wadah yang rancu untuk berbagi cerita maupun informasi secara anonim.

Banyak diminati pengguna X dan Instagram, menfess umumnya dibentuk berdasarkan kesamaan lokasi, identitas, hobi, minat, maupun ketertarikan lainnya. Jumlah pengikut akun menfess yang dapat mencapai ribuan di media sosial ini memungkinkan informasi dapat tersebar secara lebih luas dan cepat. Alhasil, menfess tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun dan mempererat komunitas.

Sayangnya, tidak semua informasi yang disampaikan melalui direct message (DM) ataupun situs web yang disediakan tersebut diverifikasi terlebih dahulu oleh admin akun. Hal ini tentu dapat menjadi berbahaya apabila informasi yang disampaikan berkaitan dengan hal buruk atau kebohongan mengenai identitas seseorang. Tuduhan yang tidak berdasar hingga ujaran kebencian ini bisa dengan mudah mendapatkan ruang untuk disebarluaskan dan dikonsumsi oleh khalayak luas.

Kondisi ini pun menciptakan tameng untuk pengirim informasi yang tidak bertanggungjawab. Pengirim dapat aman berlindung di balik anonimitas, sedangkan pihak yang menjadi objek unggahan tersebut harus menghadapi konsekuensi pahit dari informasi yang belum tentu benar. Ketimpangan tersebut tentu dapat menjadi suatu masalah dengan bagaimana cara masyarakat menerima informasi.

Unggahan menfess sebagai sarana tanya jawab
Unggahan menfess sebagai sarana tanya jawab

Tak hanya perihal anonimitas pengguna, unggahan menfess juga dapat berkembang menjadi bola liar ketika informasi yang belum terverifikasi kebenarannya disebarkan begitu saja melalui akun dengan jumlah audiens yang besar. Belum lagi, unggahan-unggahan yang sensasional dapat memicu rasa kemarahan dan penasaran. Akibatnya, semakin kontroversial unggahan, justru semakin besar kemungkinannya untuk tersebar. 

Keberadaan menfess pada dasarnya bukanlah akar dari permasalahan, tetapi minimnya etika dan tanggungjawab dalam memanfaatkannya. Menfess dapat menjadi wadah yang aman untuk berbicara, tetapi memungkinkan pula menjadi ruang untuk penyebaran fitnah, perundungan, hingga informasi tak berdasar. Dengan itulah, pengirim dan pembaca harus meneliti terlebih dahulu, informasi manakah yang sepantasnya disebarkan. 

Pengguna media sosial perlu memahami bahwa suatu informasi di internet bukan hanya sebatas unggahan yang akan hilang dalam sekejap. Informasi-informasi yang beredar di dunia maya mampu meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan. Meski informasi yang tersebar itu terbukti salah. Oleh sebab itu, sebagai pengguna, pembaca, hingga penyedia platform menfess sendiri sudah sepatutnya memiliki rasa tanggung jawab dalam kontribusinya di tengah arus informasi yang cepat ini. (*)

 

Ditulis Oleh:
Nailah Rifdah Zakiyah
Departemen Desain Komunikasi Visual
Angkatan 2024
Reporter ITS Online

 

×