Manfaatkan Limbah Kulit, Abmas Despro ITS Edukasi Anak

Terbit pada

Selasa, 29 September 2026

Para siswa TK Al Iman menunjukkan gantungan kunci hasil kreasinya dalam kegiatan edukasi upcycle limbah kulit oleh Tim Abmas Despro ITS

Surabaya, ITS News — Limbah material kulit yang tersisa dari proses produksi dapat dimanfaatkan kembali menjadi media pembelajaran kreatif bagi anak usia dini. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas), tim Departemen Desain Produk Industri (Despro) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengenalkan konsep upcycle limbah kulit kepada 44 siswa KB/TK Al Iman, Sutorejo, Surabaya, Jumat (25/9).

Ketua Tim Abmas Despro ITS Naila Maharani Vianahar SDs MDs menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk mengenalkan pemanfaatan kembali material melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian anak. Pengenalan awal dilakukan melalui storytelling mengenai sapi beserta manfaat yang dapat dihasilkan dari bagian tubuhnya. Anak-anak diajak mengenal sapi, susu dan dagingnya, hingga bagian kulitnya yang bisa diolah menjadi tas atau sepatu.

Tim Abmas Despro ITS saat menjelaskan materi kepada para siswa TK Al Iman, Sutorejo, Surabaya

Dalam kegiatan tersebut, peserta kemudian diperkenalkan secara langsung dengan material kulit melalui kegiatan bermain dan berkarya. Anak-anak diajak melihat dan memegang potongan kulit sebelum merangkainya menjadi bentuk karakter yang telah disiapkan oleh tim abmas. “Kami ingin mengenalkan material kulit dengan menunjukkan kulitnya seperti apa dan merangkai kulitnya menjadi karakter lucu,” terang Naila.

Selanjutnya, anak-anak dibagikan berbagai bahan limbah kulit dan didampingi untuk merangkainya menjadi bag charm sesuai kreasi masing-masing. Lewat aktivitas ini, peserta tidak sekadar mengenal material secara visual, tetapi juga memeroleh pengalaman sensorik melalui proses menyentuh, memilih, dan mengolah bahan secara langsung.

Proses para siswa TK Al Iman merangkai limbah kulit menjadi gantungan kunci dengan didampingi Tim Abmas Despro ITS

Menariknya, bag charm karya para peserta dapat langsung dipasang pada tas sekolahnya masing-masing. Hal tersebut menjadi pengalaman berharga bagi peserta untuk melihat secara nyata pemanfaatan bahan sisa menjadi produk sehari-hari yang memiliki fungsi pakai.

Dosen Despro ITS tersebut juga mengungkapkan antusiasme peserta yang terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Seluruh peserta berhasil menyelesaikan bag charm-nya sendiri dengan pendampingan dari tim abmas. “Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias dan terlihat menikmati setiap prosesnya,” ungkapnya bahagia.

Tim Abmas Despro ITS bersama para siswa peserta kegiatan Upcyling Limbah di TK Al Iman, Sutorejo, Surabaya

Melalui kegiatan ini, ITS menunjukkan komitmennya dalam menerapkan keilmuan desain produk kepada masyarakat luas berbasis konsep desain berkelanjutan. Langkah ini sekaligus  mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. (*)

 

Reporter: Iffah Najwa Ulya

×