
Kampus ITS, ITS News — Perkembangan aktivitas maritim membawa berbagai tantangan, terutama dalam menjaga keselamatan pelayaran dan keberlanjutan lingkungan laut. Melihat kondisi tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar 5th Maritime Safety International Conference (MASTIC) 2026 di Kuta, Bali, sebagai wadah untuk membahas berbagai upaya penguatan keselamatan dan keberlanjutan maritim.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menuturkan bahwa keselamatan maritim memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aktivitas di laut. Menurutnya, keselamatan pelayaran tidak hanya menyangkut keamanan manusia di atas kapal, tetapi juga berkaitan dengan kelestarian lingkungan, keberlangsungan ekonomi, kehidupan nelayan, hingga industri maritim.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Laboratorium Keandalan dan Keselamatan Kapal ITS Dr Eng Dhimas Widhi Handani ST MSc menyampaikan bahwa perkembangan industri maritim perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keselamatan dan lingkungan. Ia mencontohkan keberadaan pelabuhan dan terminal hidrokarbon yang diperlukan untuk menunjang aktivitas industri, tetapi juga memiliki potensi risiko bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

Menurut Dhimas, kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan teknologi dan riset untuk menjawab berbagai tantangan di sektor maritim. Hal tersebut tercermin dalam MASTIC 2026 dengan menghadirkan sekitar 100 penelitian dari berbagai topik, mulai dari keselamatan maritim, robotika, perlindungan lingkungan laut, hingga pengembangan energi terbarukan.
Selain pemaparan hasil penelitian, konferensi yang berlangsung selama dua hari sejak 23 Juli lalu ini juga menghadirkan workshop yang membahas pemulihan fasilitas hulu minyak dan gas serta teknologi navigasi untuk keselamatan pelayaran. Adapun, kegiatan ini turut dilengkapi dengan kompetisi poster mahasiswa untuk menyampaikan hasil riset dan inovasi. “Kami ingin keselamatan dan lingkungan dapat berjalan beriringan,” jelasnya.
Upaya tersebut juga diwujudkan melalui pemanfaatan hasil pengembangan teknologi ITS di lapangan. Salah satunya melalui penyerahan perangkat Automatic Identification System ITS (AISITS) kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung, Universitas Pattimura, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan Universitas Borneo Tarakan.
Perangkat tersebut dapat membantu memantau pergerakan kapal melalui sistem identifikasi otomatis sehingga mendukung keselamatan pelayaran. Selain itu, alat yang dirancang oleh PT ITS Tekno Sains dengan PT Bali Towerindo Sentra Tbk tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk penelitian dan pemantauan yang berkaitan dengan perlindungan terumbu karang, lingkungan laut, serta instalasi maritim.

Penyerahan tersebut sekaligus melanjutkan kolaborasi penelitian berbasis sistem identifikasi otomatis yang telah dilakukan ITS bersama berbagai mitra selama enam tahun. Dengan demikian, pengembangan teknologi yang dibahas dalam forum akademik dapat terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan di lapangan, khususnya dalam aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan laut.
Melalui konferensi ini, ITS berupaya mendorong perkembangan teknologi maritim yang tidak hanya menjawab kebutuhan industri, tetapi juga berjalan seiring dengan keselamatan dan kelestarian lingkungan laut. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-14 tentang Ekosistem Laut melalui pengembangan teknologi dan kolaborasi untuk menjaga keberlanjutan wilayah laut. (*)
Reporter: Nadhifa Raghda Syaikha
Redaktur: Muhammad Aulia Zikra