KKN ITS Hadirkan DISKO 2.0, Dongkrak Literasi Inggris Anak Pelosok - ITS News

KKN ITS Hadirkan DISKO 2.0, Dongkrak Literasi Inggris Anak Pelosok

Published on
By
Kegiatan vocabulary building untuk menambah kosakata bahasa Inggris anak-anak bersama mahasiswa asing peserta KKN Internasional ITS

Kampus ITS, ITS News — Upaya memperluas akses pendidikan berkualitas hingga wilayah pelosok terus dilakukan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, mahasiswa ITS menghadirkan Duta Ilmu Sains Kreatif dan Orientatif (DISKO) 2.0 di Perpustakaan Panggon Moco, Desa Siwalan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Program ini membekali siswa sekolah dasar dengan kemampuan bahasa Inggris melalui metode belajar yang interaktif dan menyenangkan.

Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan tiga aspek utama, yakni vocabulary (kosakata), reading comprehension (pemahaman bacaan), dan storytelling (bercerita). Pembelajaran dikemas melalui permainan kelompok, lagu, film, serta buku cerita sehingga anak-anak dapat mempelajari bahasa Inggris secara lebih natural tanpa merasa terbebani.

Pemilihan Desa Siwalan sebagai lokasi program bukan tanpa alasan. Desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lamongan tersebut merupakan salah satu wilayah yang relatif jauh dari pusat Kabupaten Gresik dan membutuhkan waktu sekitar 2,5–3 jam perjalanan dari Surabaya. Keterbatasan akses juga tercermin dari fasilitas pendidikan di sekitar desa yang tersedia hingga jenjang sekolah dasar.

Kondisi tersebut membuat sebagian anak memilih membantu orang tua bertani setelah lulus SD dibandingkan melanjutkan pendidikan ke luar desa. Akibatnya, kesempatan anak-anak tersebut untuk memperoleh pembelajaran tambahan, termasuk berlatih bahasa Inggris, masih sangat terbatas.

Di tengah kondisi tersebut, Perpustakaan Panggon Moco hadir sebagai ruang literasi berbasis masyarakat. Perpustakaan yang dirintis secara swadaya oleh pasangan suami istri tersebut tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menjadi ruang berkegiatan bagi anak-anak di Desa Siwalan dan sekitarnya.

Pengenalan dasar storytelling sebagai salah satu cara melatih kemampuan berbahasa Inggris pada anak-anak oleh salah satu mahasiswa peserta KKN Internasional ITS

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan literasi di Panggon Moco menjadi salah satu alasan Tim KKN Internasional ITS kembali melanjutkan program DISKO. Sejak program literasi pertama pada 2025, sekolah-sekolah dasar di sekitar perpustakaan menunjukkan minat tinggi dengan mengirimkan siswa untuk mengikuti kegiatan.

Keunikan DISKO 2.0 terletak pada keterlibatan mahasiswa internasional ITS yang berasal dari Zimbabwe, Pakistan, India, dan Kepulauan Solomon. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih beragam sekaligus memperkenalkan anak-anak pada keberagaman budaya global.

Interaksi langsung tersebut mendorong peserta untuk lebih berani menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari. Materi yang sebelumnya terasa sulit menjadi lebih menarik karena disampaikan melalui aktivitas bermain dan komunikasi dua arah.

Sebagai puncak kegiatan, peserta mengikuti lomba dan seleksi, termasuk kompetisi storytelling berbahasa Inggris. Rangkaian DISKO 2.0 kemudian ditutup dengan penobatan Duta Panggon Moco yang dinilai berdasarkan kemampuan literasi, kepercayaan diri, serta keaktifan selama mengikuti program.

Perwakilan perangkat Desa Siwalan, Najwatul Umadah, menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran mahasiswa KKN Internasional ITS ini. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa, khususnya mahasiswa asing, memberikan warna baru dalam proses pembelajaran anak-anak. “Meskipun singkat, kehadiran mahasiswa terutama dari luar negeri sangat memberi warna dan mengenalkan metode pendidikan yang inovatif serta interaktif bagi anak-anak kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut turut mengoptimalkan fungsi Perpustakaan Panggon Moco. Dari yang semula berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku, perpustakaan kini semakin hidup sebagai pusat kegiatan edukatif masyarakat. Ia berharap pendampingan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas.

Para mahasiswa asing peserta KKN Internasional ITS bersama para guru dan siswa SD yang dilatih bahasa Inggris

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim KKN Internasional ITS Herdayanto Sulistyo Putro SSi MSi menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat dua arah. Tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi anak-anak, program juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa internasional untuk mengenal kehidupan masyarakat desa di Indonesia.

Menurut dosen yang akrab disapa Danang ini, kegiatan KKN Internasional tersebut bukan hanya meningkatkan komprehensi literasi dari adik-adik di sekitar Desa Siwalan. “Kegiatan ini juga memberikan pengalaman yang berbeda buat mahasiswa asing ITS untuk mengenal lebih jauh bagaimana kehidupan desa di Indonesia,” tuturnya.

Dosen Departemen Kimia ITS ini mengungkapkan, keterikatan mahasiswa dengan warga, karang taruna, dan anak-anak peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa program pengabdian dapat membangun hubungan yang kuat antara sivitas akademika dan masyarakat. Dampak kegiatan juga dirasakan langsung oleh peserta.

Jani dan Tasya selaku peserta DISKO 2.0 mengaku senang dapat belajar bersama mahasiswa KKN ITS, termasuk mahasiswa dari luar negeri. Suasana pembelajaran yang interaktif membuat mereka merasa nyaman berlatih bahasa Inggris. “Perpustakaan jadi ramai dan tidak membosankan, saya pasti bakal rindu banget sama kakak-kakak semua,” ungkapnya.

Bagi mahasiswa pelaksana, DISKO 2.0 juga menjadi ruang belajar untuk mengelola program pengabdian dengan latar belakang peserta dan pengajar yang beragam. Koordinasi lintas budaya serta penyusunan metode pembelajaran dengan mempertimbangkan keterbatasan sarana menjadi pengalaman tersendiri bagi tim.

Salah satu peserta KKN, Ratna Nindy Rahmadhani, mengungkapkan bahwa interaksi dengan para mahasiswa asing tersebut memperluas wawasannya mengenai cara berkomunikasi dan mengajar dalam lingkungan multikultural. “Berkoordinasi dengan teman-teman internasional ini mengajarkan saya bagaimana menyesuaikan cara mengajar dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda,” ujarnya.

Pelaksanaan DISKO 2.0 ini turut berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, poin ke-10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta poin ke-17 terkait Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*)

×