Ketua MPR RI Sambang ke ITS, Terima Rumusan Strategis

Ketua MPR RI Sambang ke ITS, Terima Rumusan Strategis Akademisi

Published on
By

(dari kiri) Prof. Surya Rosa Putra, H. Ahmad Muzani, Prof Bambang Pramujati, Prof. Priyo Suprobo

Kampus ITS, ITS News —  Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali dipercaya dalam memberikan ruang berdialog antara akademisi dan pemangku kebijakan. Menindaklanjuti hasil diskusi dalam Sarasehan Kebangsaan Dewan Profesor, ITS terima kunjungan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani, Rabu (26/8).

Pada kesempatan tersebut, Ketua MPR RI H Ahmad Muzani menyampaikan apresiasi yang tinggi atas peran aktif ITS dalam memajukan riset dan teknologi nasional. Beliau menegaskan bahwa penguasaan teknologi bukanlah ancaman bagi kebangsaan, melainkan fondasi utama dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian nasional. 

Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani kunjungi ITS, melanjuti forum Sarasehan Kebangsaan Dewa Profesor
Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani kunjungi ITS, melanjuti forum Sarasehan Kebangsaan Dewa Profesor

Sosok yang akrab disapa Muzani menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan masukan akademis terhadap tata kelola ketatanegaraan. Seperti salah satu diantaranya yakni wacana penyempurnaan konstitusi dan penerapan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). “Perubahan dan penguatan sistem ketatanegaraan memerlukan landasan filosofis yang matang agar pembangunan nasional dapat terjaga lintas kepemimpinan,” terang Muzani.

Dengan mempertemukan para guru besar se-Indonesia, ITS telah memberikan ruang pemikiran strategis yang penting untuk memperkaya perspektif kebangsaan. Sebab menurut Muzani, wacana perubahan arah konstitusi harus dibahas secara ilmiah, terbuka, konstitusional, dan tidak partisan. “Karenanya, kolaborasi pemerintah, lembaga legislatif, dan institusi pendidikan tinggi seperti ITS menjadi keharusan untuk menghadapi tantangan bangsa di masa depan,” tegas Ketua MPR RI tersebut.

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD tegaskan peran kampus sebagai pilar strategis dalam membangun kedaulatan, kemajuan, dan kemandirian bangsa
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD tegaskan peran kampus sebagai pilar strategis dalam membangun kedaulatan, kemajuan, dan kemandirian bangsa

Sebagai Kampus Perjuangan, ITS berupaya untuk andil pada setiap pembahasan isu krusial kenegaraan, mulai dari dinamika UUD 1945, hingga penguatan sistem ketatanegaraan. Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menegaskan bagaimana peran kampus sebagai pilar strategis dalam membangun kedaulatan, kemajuan, dan kemandirian bangsa. 

Bambang berpendapat bahwa peran perguruan tinggi bukanlah sebagai tempat untuk menyeragamkan pikiran. Menurutnya, institusi pendidikan selayaknya menjadi wadah terbuka untuk setiap gagasan diuji secara ilmiah demi perumusan masa depan bangsa. “Dengan kuatnya tradisi riset akademik, ITS berkomitmen untuk senantiasa mengawal kedaulatan bangsa yang adil, sejahtera, dan mandiri secara teknologi,” jelas Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut. 

Tidak hanya itu, ITS terus buktikan kontribusi nyata dalam mendukung kemandirian bangsa yang terlihat dari berbagai inovasi riset unggulan yang berdampak. Mulai dari inovasi sektor pertanian, maritim, hingga energi terbarukan dinilai sejalan dengan upaya negara dalam mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan energi nasional. 

Oleh karena itu, Rektor juga menyoroti dukungan anggaran, regulasi yang berpihak, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang handal untuk menjadi perhatian pemerintah. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, namun bertransformasi menjadi solusi nyata bagi persoalan bangsa. 

(dari kiri) Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani dan Rektor ITS Prof Bambang Pramujati buka dialog dengan para akademisi di ITS
(dari kiri) Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani dan Rektor ITS Prof Bambang Pramujati buka dialog dengan para akademisi di ITS

Menutup rangkaian audiensi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk terus membuka ruang dialog dan pertukaran gagasan secara berkesinambungan. Hasil pemikiran dan rekomendasi strategis yang berjalan diharapkan dapat disalurkan secara efektif oleh kelembagaan negara untuk memperkuat landasan ideologi Pancasila dan UUD 1945. “Kunjungan ini menandai babak baru kolaborasi erat antara dunia akademis dan legislatif demi mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat,” tutup Bambang. 

Audiensi kali ini pun menjadi upaya ITS sebagai pencetak generasi intelektual bangsa dalam mewujudkan cita-cita Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama SDGs poin ke-10 tentang berkurangnya kesenjangan, poin ke-16 demi menciptakan perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, melalui kerja sama yang sesuai dengan SDGs poin ke-17 dengan kemitraan untuk mencapai tujuan. (*)

×