ITS Kembali Gelar CEO Talk, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

ITS Kembali Gelar CEO Talk, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Published on
By
(dari kiri) Direktur Utama BPJS Kesehatan RI Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito dan Wakil Rektor IV ITS Prof Agus Muhamad Hatta Msc PhD hadir dalam CEO Talk, sepakat dorong kolaborasi lintas sektor
(dari kiri) Direktur Utama BPJS Kesehatan RI Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito dan Wakil Rektor IV ITS Prof Agus Muhamad Hatta Msc PhD hadir dalam CEO Talk, sepakat dorong kolaborasi lintas sektor

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar forum CEO Talk Nasional 2026 yang menghadirkan para pemangku kebijakan lintas sektor, Kamis (13/8). Pertemuan ini menjadi ruang strategis guna merumuskan arah kebijakan nasional, terutama pada sektor energi, hilirisasi industri, dan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global. 

Berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (UNAIR), CEO Talk kali ini mengintegrasikan sektor kesehatan dan energi sebagai fokus utama pembahasan. Forum ini mempertemukan akademisi dan praktisi untuk mempercepat akselerasi inovasi nasional dalam menghadapi tantangan global. 

Direktur Utama BPJS Kesehatan RI Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito hadir dalam panel diskusi CEO Talk Nasional (13/8).
Direktur Utama BPJS Kesehatan RI Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito hadir dalam panel diskusi CEO Talk Nasional (13/8).

Direktur Utama BPJS Kesehatan RI  Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito menekankan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif dalam sektor pelayanan kesehatan. Hal tersebut menjadi langkah esensial yang harus diprioritaskan guna menghadapi epidemi lonjakan penyakit kronis akibat pergeseran demografi. 

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah tersebut menuturkan bahwa kini BPJS Kesehatan terus berupaya mengoptimalkan layanan primer sebagai koordinator utama. Hal itu demi mendukung meningkatkan efisiensi penanganan medis untuk masyarakat. “ Digitalisasi layanan kini diakselerasi guna memangkas birokrasi dan memperbaiki pengalaman pasien di fasilitas kesehatan secara menyeluruh,” ungkapnya. 

Dengan pertemuan strategis dalam CEO Talk 2026 kali ini, Prihati menilai sinergi lintas sektor mutlak diperlukan untuk memastikan kesinambungan program jaminan sosial bagi seluruh rakyat. Ia berharap, ITS sebagai kampus teknologi dapat turut berkontribusi dalam mengembangkan teknologi digital yang selaras dengan kebutuhan lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta. 

Wakil Rektor IV ITS saat sampaikan sambutannya dalam CEO Talk Nasional (13/8)
Wakil Rektor IV ITS Prof Agus Muhamad Hatta MSc PhD saat sampaikan sambutannya dalam CEO Talk Nasional (13/8)

Selaras dengan itu, Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian  ITS Prof Ir Agus Muhamad Hatta ST MSc PhD menyatakan bahwa kampus berperan vital sebagai motor penggerak sistem nasional. Menurut Hatta, tantangan yang ada membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi yang relevan di berbagai sektor kehidupan. 

Kemudian, mengingat jumlah wirausaha di Indonesia saat ini masih berada di kisaran 3% sementara negara maju telah mencapai 6%. Untuk itu, CEO Talk menjadi salah satu upaya ITS dalam melahirkan talenta yang mampu menjadi penggerak penyelesaian persoalan bangsa. “Melalui kualitas wirausahawan yang mumpuni, berbagai persoalan bangsa diharapkan dapat lebih terdukung dan terpecahkan bersama,” tutur Hatta. 

Selain pengembangan SDM, Hatta menyoroti tantangan penting lainnya adalah membangun ekosistem kemitraan atau partnership yang efektif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang setara bersama para stakeholder, kemitraan ini diharapkan mampu saling menemukan solusi solutif demi kemajuan bangsa.

Kepala Pusat Kajian Kebijakan Publik, Bisnis, dan Industri (PKKPBI) ITS Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng sampaikan target ITS dalam mencetak 7% wirausahawan muda
Kepala Pusat Kajian Kebijakan Publik, Bisnis, dan Industri (PKKPBI) ITS Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng sampaikan target ITS dalam mencetak 7% wirausahawan muda

Perspektif tersebut disampaikan dapat turut memperkuat misi CEO Talk 2026. Kepala Pusat Kajian Kebijakan Publik, Bisnis, dan Industri (PKKPBI) ITS Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng menjelaskan bahwa program ini diarahkan untuk menciptakan kepemimpinan dengan aksi berdampak dan hasil yang tinggi. “Sebab program ini memang dicanangkan guna mempercepat lahirnya generasi pemimpin dan wirausahawan masa depan yang siap menghadapi tantangan global,” jelas Arman selaku Founder CEO Talk.

Selain itu, pengembangan ekosistem kewirausahaan ini diperkuat melalui inisiatif seperti sociopreneur camp dan menghadirkan mentor-mentor internasional. Hal tersebut disampaikan oleh Arman sebagai langkah dalam mempercepat proses pembelajaran dan transfer pengalaman kepada mahasiswa. “Melalui sistem mentoring yang komprehensif ini, ITS menargetkan peningkatan jumlah lulusan wirausahawan hingga mencapai 7% pada tahun 2027,” paparnya.

Didirikan sejak tahun 2020 lalu, CEO Talk telah konsisten setiap tahunnya dalam memberikan pembekalan kepada mahasiswa di kampus-kampus terkait. Langkah strategis ini merupakan upaya ITS dalam mewujudkan capaian dalam Sustainable Development Goals (SDGs). 

Terutama SDGs poin ke-1 dalam menciptakan kehidupan tanpa kemiskinan, dengan memberikan pendidikan yang berkualitas yang selaras dengan SDGs poin ke-4. Selain itu ITS juga berupaya mewujudkan SDGs poin ke-8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, melalui kemitraan untuk mencapai tujuan sesuai SDGs ke-17. (*)

×