Terbit pada
Selasa, 13 Oktober 2026

Kampus ITS, ITS News — Pengembangan inovasi teknologi perlu diiringi kemampuan membangun bisnis agar hasil riset dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif (ILBI) terus mendorong startup binaannya untuk memperluas pasar dan menjalin jejaring dengan investor melalui kegiatan Demo Day dan Bisnis Matching di Ruang Nusantara, Hotel Oakwood Surabaya, Selasa (13/10).
Kegiatan ini diikuti 15 startup yang memperoleh pendanaan melalui program Higher Education for Technology and Innovation (HETI) yang didukung Asian Development Bank (ADB) dan ITS. Dalam kegiatan tersebut, berbagai startup mendemonstrasikan produk dan teknologi yang dikembangkan untuk menjawab berbagai kebutuhan, mulai dari sektor industri, kesehatan, hingga pendidikan.

Rektor ITS menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan startup yang dibina ITS. “Kami senang melihat progres startup ITS, semoga para peneliti ITS terus pintar berinovasi, berbisnis, dan menciptakan lapangan kerja,” ungkapnya.
Manajer Senior ILBI ITS Ir Baroto Tavip Indrojarwo MSi menyampaikan bahwa ekosistem teknologi yang kuat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia. Menurutnya, kontribusi perguruan tinggi diperlukan untuk mendorong inovasi agar berkembang menjadi solusi yang memiliki nilai ekonomi.

Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS Dr Ir Endroyono menjelaskan bahwa ITS turut mendampingi perkembangan startup melalui pembinaan dan penyediaan fasilitas. Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu startup mengatasi berbagai kekurangan selama proses pengembangan bisnis. “Kami memang rajin memberikan coaching dan pembinaan, menyediakan fasilitas unggulan, serta mendukung berbagai kekurangan mereka,” ujarnya.
Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah Futechi Farm, yang menghadirkan sistem kandang ayam petelur cerdas berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Sistem ini mengintegrasikan sejumlah proses peternakan, mulai dari pemberian pakan otomatis, pemantauan suhu, pengumpulan telur otomatis, hingga deteksi ayam yang sakit.
Teknologi Futechi Farm juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan dan mengintegrasikan pengelolaan kotoran ayam dengan kolam lele. Seluruh sistem tersebut memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi, sehingga inovasi ini menggabungkan otomatisasi peternakan dengan pemanfaatan energi terbarukan.

Inovasi lainnya ditampilkan oleh Aither melalui perangkat pemurni udara berbasis bioteknologi. Perangkat ini memanfaatkan mikroalga untuk menyerap karbon dioksida dan membantu menghasilkan oksigen. Aither juga dilengkapi filter High Efficiency Particulate Air (HEPA) serta sensor kualitas udara untuk mendukung pemantauan kondisi udara di dalam ruangan, termasuk kafe dan ruang merokok berpendingin udara.
Saat ini, startup-startup tersebut telah mempekerjakan lebih dari ratusan orang. Capaian ini menunjukkan potensi inovasi perguruan tinggi dalam mendorong pertumbuhan usaha dan membuka kesempatan kerja. Upaya ITS dalam mengembangkan startup berbasis teknologi ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur serta tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Reporter: Restu Aisyah Rizki Permatasari