ITS dan NTUST Transformasikan Desa Kemiri melalui Engineers in Action 2026 - ITS News

ITS dan NTUST Transformasikan Desa Kemiri melalui Engineers in Action 2026

Published on
By
Mahasiswa ITS menyambut mahasiswa National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) di
ITS Global Kampong sebagai awal rangkaian kegiatan Engineers in Action (EIA) 2026

Kampus ITS, ITS News Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menyelenggarakan Engineers in Action (EIA) 2026 di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Program pengabdian masyarakat bertaraf internasional yang terlaksana selama dua minggu sampai (8/7) ini menggandeng mahasiswa dari National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan, untuk mengimplementasikan berbagai teknologi tepat guna dan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Koordinator Engineers in Action 2026, Prof Dr Kusdianto ST MSc Eng, menjelaskan bahwa program tahun ini dirancang berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama masyarakat Desa Kemiri. Berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pengelolaan sumber daya air, peningkatan fasilitas umum, pengembangan pertanian, hingga peningkatan kualitas pendidikan menjadi dasar penyusunan enam program kerja yang dilaksanakan selama kegiatan berlangsung.

Mahasiswa ITS bersama NTUST melakukan pembukaan lahan untuk pembangunan Rainwater Harvesting
System

Salah satu program unggulan yang direalisasikan adalah Rainwater Harvesting System, yaitu sistem pemanenan air hujan yang memanfaatkan talang, pipa, filter, dan tangki penyimpanan sebagai sumber air alternatif. Sistem ini diharapkan mampu mendukung konservasi air sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya air di lingkungan masyarakat.

Pada sektor infrastruktur, tim EIA membangun Public Sports Facilities di kawasan Dusun Nono sebagai sarana olahraga sekaligus ruang interaksi masyarakat. Selain itu, tim juga memasang rambu-rambu penanda jalan pada beberapa titik rawan kecelakaan untuk meningkatkan kesadaran pengendara agar mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati ketika melintasi jalan desa.

Di bidang pertanian berkelanjutan, tim EIA melakukan revitalisasi greenhouse yang sebelumnya kurang optimal melalui perbaikan atap menggunakan plastik UV baru, pembangunan sistem akuaponik yang mengombinasikan budidaya ikan dengan hidroponik, serta pemasangan panel surya sebagai sumber energi. Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai teknologi pertanian ramah lingkungan bagi masyarakat Desa Kemiri.

Peresmian Reading Corner bersama perangkat Desa Kemiri sebagai simbol serah terima program

Selain pembangunan infrastruktur, EIA 2026 juga menyelenggarakan berbagai workshop sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan pengoperasian alat pengering padi bagi petani, pelatihan pembuatan lilin dari minyak jelantah bagi ibu rumah tangga sebagai produk bernilai ekonomi, serta edukasi pengelolaan sampah berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) bagi siswa sekolah dasar melalui permainan dan praktik kreatif. Di sisi lain, tim turut merevitalisasi bangunan sekolah yang tidak terpakai menjadi Reading Corner lengkap dengan koleksi buku hasil donasi sebagai upaya meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini melibatkan dosen pembimbing, mahasiswa ITS, mahasiswa NTUST, serta masyarakat Desa Kemiri yang berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Kolaborasi internasional tersebut menjadi wadah pertukaran pengetahuan, budaya, dan pengalaman dalam menerapkan solusi teknik yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Lebih dari itu, EIA 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin ke-6 tentang Air dan Sanitasi Bersih melalui pembangunan Rainwater Harvesting System sebagai upaya mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi ITS, NTUST, dan masyarakat Desa Kemiri, berbagai inovasi yang diimplementasikan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus memperkuat kerja sama internasional dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan SDGs poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*)

 

HUMAS ITS

 

×