Terbit pada
Senin, 21 September 2026

Kampus ITS, ITS News — Sebagai upaya membangun kapasitas para wirausahawati, Departemen Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar Womenpreneur Forum 2026, Sabtu (19/9). Melalui pembekalan ini, para perempuan tidak hanya dibekali cara mempertahankan usahanya, tetapi juga cara mengembangkannya.
Kepala Departemen Manajemen Bisnis ITS Berto Mulia Wibawa SPi MM PhD menjelaskan bahwa forum ini berfokus pada peningkatan profesionalisme wirausahawati. Menurutnya, penguatan pola pikir kewirausahaan dapat membantu wirausahawati mengelola dan mengembangkan usaha secara lebih profesional. “Dengan begitu, wirausahawati Indonesia dapat tumbuh semakin banyak dan berdampak untuk masyarakat,” imbuhnya.

Dalam sesi materi, Dosen Laboratorium Kewirausahaan dan Pengembangan Departemen Manajemen Bisnis ITS Uliyatun Nikmah SE MSM menyoroti perlunya peningkatan kualitas kewirausahaan perempuan di Indonesia. Perempuan yang akrab disapa Uly ini menjelaskan bahwa perempuan Indonesia memiliki peran besar dalam dunia usaha. “Saat ini, sebanyak dua pertiga dari 4,9 juta perusahaan di Indonesia dijalankan oleh perempuan dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya,” ungkapnya.
Uly melanjutkan, terdapat beberapa alasan yang mendorong seseorang untuk berwirausaha. Pertama, faktor ekonomi atau pendapatan. Kedua, independensi, yaitu keinginan untuk memiliki kebebasan dalam mengatur kehidupan dan keuangan secara mandiri. Ketiga, kesempatan untuk memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar melalui usaha yang dijalankan. Keempat, keinginan membangun bisnis sebagai warisan bagi generasi berikutnya.

Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi fondasi keberhasilan seorang pengusaha. Di antaranya adalah keberanian untuk memulai, semangat yang tinggi, konsistensi dalam mencari peluang baru, serta fokus terhadap kebutuhan pelanggan. “Harapannya, perempuan Indonesia dapat saling mendukung dan berkolaborasi untuk mendorong pertumbuhan dunia usaha,” paparnya.
Selain menghadirkan akademisi, Womenpreneur Forum 2026 juga menghadirkan pemilik usaha Sambal Ning Niniek, Sri Wahyuni. Wirausahawati yang akrab disapa Niniek ini berbagi pengalaman dengan para peserta. Menurutnya, kunci menjalankan usaha terletak pada pendekatan yang humanis kepada karyawan, tanpa mengesampingkan profesionalisme dalam bekerja.

Dalam hal pengelolaan keuangan usaha, Niniek menjelaskan pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha. Kedisiplinan dalam memisahkan keduanya dapat mendukung keberlanjutan perusahaan. “Keberadaan karyawan membuat saya bertanggung jawab untuk terus berusaha agar pekerjaan dan pendapatan mereka tetap tersedia,” ungkapnya.
Semangat ITS dalam pemberdayaan dan pengelolaan usaha secara profesional ini sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan Poin ke-5 terkait kesetaraan gender. Lewat Womenpreneur Forum 2026, para wirausahawati dibekali wawasan mendalam agar mampu mempertahankan sekaligus mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan. (*)
Reporter: Ahmad Husein Al Qomary
Redaktur: Khaila Bening Amanda Putri