Terbit pada
Rabu, 30 September 2026

Malang, ITS News – Proses pembelajaran kimia pada institusi pendidikan menengah masih didominasi oleh pendekatan konvensional yang berfokus pada penyampaian materi dan penyelesaian soal. Mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menawarkan solusi melalui program pengabdian masyarakat bertajuk FuelChemXperience, yaitu model pembelajaran berbasis eksperimen interaktif yang terintegrasi dalam satu alur tematik energi dan lingkungan. Kegiatan ini berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Malang, Rabu (2/9).
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITS mengusung pendekatan inovatif yang mampu menjembatani konsep kimia dengan aplikasi nyata secara interaktif, khususnya dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap perubahan iklim. Topik yang dibahas meliputi produksi energi (biogas), kualitas pembakaran, dampak lingkungan (efek rumah kaca), serta teknologi mitigasi (adsorpsi polutan).
Pada pembelajaran terkait energi alternatif dan pengolahan limbah, mahasiswa KKN menghadirkan eksperimen produksi bioetanol yang berfokus pada metode fermentasi gula dan biodiesel yang memanfaatkan bahan baku berupa minyak jelantah. Pada prosesnya, dilakukan juga penjernihan minyak jelantah dengan proses filtrasi dan adsorpsi untuk mengenalkan prinsip pemisahan dan pengolahan sederhana sebagai pemurnian limbah minyak.

Selanjutnya, mahasiswa menghadirkan eksperimen pengamatan warna api (Invisible Fire) dari beberapa senyawa kimia. Siswa dapat mengamati bahwa senyawa mampu menghasilkan warna api yang berbeda-beda. Kegiatan ini membantu siswa mempelajari proses pembakaran dan pelepasan energi pada fenomena kimia secara langsung.
Selain mengenalkan proses pemurnian limbah dan peningkatan kualitas energi berbasis biogas. Mahasiswa bersama Laboratorium Kimia Bahan Bakar Departemen Kimia ITS menghadirkan eksperimen terkait teknologi mitigasi pencemaran melalui eksperimen adsorpsi polutan menggunakan karbon aktif. Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan material berpori untuk mengikat polutan dan memperkenalkan salah satu metode sederhana dalam pengurangan pencemaran lingkungan.

Tak hanya melalui eksperimen, mahasiswa bersama dosen mengajak siswa mengenal lebih dekat Departemen Kimia ITS. Melalui pemaparan profil departemen, jejak alumni, hingga prospek bidang kimia. Siswa memperoleh gambaran mengenai kesempatan belajar dan pengembangan kemampuan yang dapat ditempuh di Departemen Kimia ITS.
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran melalui pengalaman langsung berdasarkan eksperimen sederhana meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep kimia lebih mudah. Siswa sekaligus mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari sehingga penerapannya lebih bermakna.
Salah satu siswa menjelaskan bahwa eksperimen yang dihadirkan sangat menarik dan memberikan ilmu baru. “Waktu pelaksanaannya bisa lebih lama lagi, kegiatannya sangat menyenangkan, seru, serta bisa menambah pengetahuan baru dan senang bisa berinteraksi aktif dengan kakak-kakak mahasiswa,” jelasnya.
Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas, poin ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau, poin ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta poin ke-13 tentang penanganan perubahan iklim. (*)