Terbit pada
Selasa, 20 Oktober 2026

Kampus ITS, ITS News — Berupaya meningkatkan kepedulian kepada masyarakat, Departemen Teknik Mesin Industri (DTMI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengadakan kegiatan servis kendaraan gratis. Digelar selama dua hari sejak Sabtu (17/10) di Bengkel DTMI ITS, servis gratis ini menjadi ajang pengabdian dan pengembangan keterampilan mahasiswa.
Ketua Pelaksana Service Gratis DTMI 2026 Fauzan Putra Widodo mengungkapkan, servis gratis ini sebagai bentuk pengabdian untuk menangani berbagai permasalahan kendaraan milik masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang pengembangan diri bagi para mahasiswa. “Selain menjadi wadah pengembangan kompetensi mahasiswa, kami juga ingin berkontribusi kepada masyarakat”, tuturnya.
Layanan servis gratis kali ini mencakup perawatan sepeda motor dan mobil. Untuk sepeda motor, Fauzan menuturkan bahwa paket layanan yang disediakan meliputi pengecekan rantai, continuously variable transmission (CVT), penggantian oli, dan pemeriksaan rem serta kelistrikan. Sementara itu, paket layanan mobil terdiri dari engine tune up (ETU) dan pengecekan mesin.
Selain paket layanan tersebut, kegiatan yang melibatkan total 94 mahasiswa ini juga melayani perbaikan kendaraan sesuai keluhan peserta. Melalui servis gratis ini juga Fauzan ingin lebih mengenalkan Bengkel DTMI ITS yang terbuka untuk umum. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa Bengkel DTMI ITS membuka layanan servis harian setiap Senin hingga Jumat,” ungkapnya.

Selama dua hari pelaksanaan, para mahasiswa berhasil melayani 100 sepeda motor dan 15 mobil. Capaian tersebut mencerminkan antusiasme dan kepuasan masyarakat dalam memanfaatkan layanan servis gratis yang diselenggarakan oleh mahasiswa. Fauzan berharap servis gratis tahun depan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat melalui pelaksanaan di luar kampus ITS.
Kepuasan itu pun turut dirasakan para peserta Service Gratis DTMI 2026. Salah satunya Darto, ia mengaku sangat terbantu karena tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. Terlebih lagi sebagai pengemudi ojek online, kendaraannya bisa mendapatkan pelayanan servis penuh. “Biasanya servis di bengkel itu bisa habis Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, sedangkan di sini gratis,” ujar warga Surabaya tersebut.

Darto berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan layanan servis kendaraan, terutama dalam merawat kendaraan yang digunakan untuk beraktivitas sehari-hari. “Jika ada acara seperti ini lagi, saya pasti ikut selama tidak ada halangan,” harapnya.
Kegiatan servis gratis ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta poin ke-4 Pendidikan Berkualitas bagi mahasiswa. Masyarakat juga diharapkan konsisten merawat kendaraannya agar aktivitas sehari-hari lancar, sehingga mendorong poin ke-11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. (*)
Reporter: Asher Yedijah Hoesono
Redaktur: Khaila Bening Amanda Putri