Dari Diskusi Hangat, Lahir Komitmen Pengabdian Berkelanjutan - ITS News

Dari Diskusi Hangat, Lahir Komitmen Pengabdian Berkelanjutan

Published on
By
Wakil Rektor Bidang II ITS, Dr Machsus ST MT saat memberikan sambutan pada diskusi semiformal antara ITS dan UMPB

Manokwari Selatan, ITS News Keberlanjutan program transmigrasi di Manokwari Selatan, Papua Barat menjadi tantangan tersendiri bagi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Keterbatasan durasi pengabdian menjadi salah satu latar belakang pentingnya menggandeng mitra yang berada lebih dekat dengan masyarakat sasaran. Menjawab permasalahan tersebut, tim menjajaki kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB), Jumat (11/9).

Pertemuan semiformal yang dilaksanakan di Kampus UMPB ini menjadi langkah awal untuk memastikan berbagai program yang telah dirintis ITS tidak berhenti setelah masa penugasan TEP berakhir. Salah satu fokus yang dibahas ialah keberlanjutan program peningkatan literasi siswa dan penguatan kapasitas guru di Distrik Momi Waren, Manokwari Selatan, Papua Barat.

TEP ITS sebelumnya telah melakukan pelatihan kepada guru sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran. Ke depan, program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi juga menghasilkan capaian yang dapat diukur pada perkembangan kompetensi siswa.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor Bidang Perencanaan Keuangan dan Sarana Prasarana ITS Dr Machsus ST MT. Dalam sambutannya, Machsus menyampaikan bahwa kerja sama antara ITS dan UMPB diharapkan dapat memperluas manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara kedua perguruan tinggi wajib diusahakan bersama untuk menghadirkan dampak yang nyata.

Salah satu ketua Tim Ekspedisi Patriot ITS Prof Subchan SSi MSc PhD saat menjelaskan tantangan pelaksanaan program di Momi Waren, Manokwari Selatan

Meneruskan poin penting tersebut, salah satu Ketua TEP ITS Prof Subchan SSi MSc PhD menjelaskan bahwa TEP ITS memiliki keterbatasan durasi pengabdian. Menurutnya, UMPB dapat menjadi mitra strategis untuk memastikan program tetap berjalan setelah TEP ITS menyelesaikan masa pengabdiannya. “Karena itu, kami membutuhkan dukungan UMPB untuk keberlanjutan program,” jelasnya.

Guru Besar Departemen Matematika tersebut menambahkan, keberlanjutan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai skema. ITS, misalnya, dapat mengajukan pendanaan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat (Abmas), sementara UMPB dapat mengambil peran dalam pelaksanaan program di lapangan. Kolaborasi ini dinilai memungkinkan program dapat disusun secara lebih berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Rektor Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) Hawa Hasan SSos MPd (kanan) saat menyatakan dukungannya terhadap program Tim Ekspedisi Patriot ITS

Menanggapi hal tersebut, Rektor UMPB Hawa Hasan SSos MPd menyatakan kesiapan UMPB untuk mengambil peran dalam melanjutkan program yang telah dilakukan ITS. Kesiapan tersebut didukung oleh keunggulan UMPB di bidang pendidikan serta pemahaman terhadap kultur masyarakat setempat. Hawa menekankan pentingnya memastikan program pendidikan memberikan hasil yang konkret. Menurutnya, implementasi pembelajaran perlu dirancang secara terukur sehingga kemampuan siswa dapat terus dipantau, termasuk memastikan mereka memiliki kemampuan membaca setelah menyelesaikan pendidikan.

Hawa menyampaikan bahwa UMPB dapat mendukung keberlanjutan program melalui berbagai langkah. Salah satunya adalah kuliah kerja nyata (KKN), dimana mahasiswa UMPB akan terlibat secara langsung dalam proses pendampingan masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah.

Selain siswa, peningkatan kompetensi guru juga menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program. Pada praktiknya, UMPB pernah mengembangkan skema perkuliahan semester pendek dengan pembiayaan dari pemerintah daerah untuk para guru. Dengan skema tersebut, peningkatan kapasitas guru dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan tanggung jawab mereka sebagai tenaga pengajar. “UMPB siap mendukung keberlanjutan program ini,” tuturnya mantap.

Ke depan, kerja sama ITS dan UMPB juga terbuka untuk dikembangkan melalui berbagai kegiatan penelitian dan Abmas. Perpaduan kompetensi ITS dalam bidang teknologi dan riset dengan keunggulan UMPB di bidang pendidikan serta pemahaman terhadap masyarakat lokal diharapkan mampu melahirkan program yang lebih kontekstual, terukur, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) terutama pada poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, poin ke-11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*)

×