News

Singapore, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) has strengthened its global standing through a series of strategic engagements in Singapore and Batam, uniting alumni, industry leaders, and international partners to advance its 2021–2045 World Class University vision and foster impactful collaborations in innovation, talent development, and global competitiveness In pursuit of its 2021–2045 […]

Latest News
Mahasiswa kura-kura, istilah yang sudah tidak asing terdengar berpuluh tahun lamanya. Kura-kura, kuliah rapat-kuliah rapat, identik dengan mahasiswa aktif yang eksis disana eksis disini. Identik dengan orator hebat dengan orasinya semacam "Ada dua pilihan, menjadi apatis, atau mengikuti arus!" Jujur, saya sedikit banyak bingung dengan kutipan dari Soe Hok Gie diatas. Arus seperti apa sih yang dimaksud? Arus globalisasi? Atau arus listrik? Bahkan Arus sungai?
Satu masalah krusial mahasiswa baru atau mungkin beberapa mahasiswa lama adalah krisis kepercayaan diri dengan apa yang dijalani dan dihadapinya. "apa saya benar melakukan hal ini?," begitu gambaran singkat yang saya prediksi selalu menggerayangi pikiran-pikiran mereka hari demi hari. Beberapa mahasiswa sudah menikmati, beberapa yang lain berat hati menjalani. Begitu mungkin bagaimana paham dikotomi terjadi.
KM ITS hari ini dan dua hari yang lalu merayakan pesta demokrasi untuk memilih calon presiden BEM periode 2016-2017 dan memilih anggota legislatif yaitu memilih Dewan Perwakilan Mahasiswa ITS (DPM). Sayangnya, momen demokrasi ini belum dimanfaatkan dengan baik oleh sebagian mahasiswa yang memilih untuk menjadi golongan putih atau sekadar datang ke Tempat Pemungutan Suara saja enggan. Mereka inilah mahasiswa ITS yang tidak memahami esensi keberadaannya sebagai mahasiswa kampus perjuangan.
Entah sejak kapan dunia ini mendengungkan bahwa ia kehabisan energi. Entah sudah sejak kapan dunia ini mengabarkan bahwa ia butuh bantuan energi baru. Entah sudah sejak kapan pula para penghuni dunia berlomba membatu sang dunia. Tentu sebuah kampus teknologi tak akan tertinggal ikut serta dalam perlombaan tak terkecuali Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Berbicara mengenai ras, kita harus melakukannya dengan hati-hati. Terlebih lagi apabila berada dalam suasana bermuatan politik sebagaimana yang terjadi sekarang ini. Saya beruntung pernah berbincang dengan orang tua saya perihal ras dahulu sekali.
1...7576777879...211
Trending

Kampus ITS, Opini — Indonesia patut berbangga dengan statusnya sebagai negara kepulauan. Alih-alih menjadi batasan, selat dan laut bukanlah pemisah antara satu pulau dengan yang lain. Lebih dari itu, dibalik terwujudnya negara kesatuan dengan wilayah laut yang luas ini, ada perjuangan diplomasi yang harus selalu diingat, yaitu Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada 13 Desember […]

Kampus ITS, Opini – Peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang telah terjadi 56 tahun silam masih terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, baru 20 tahun setelah masyarakat Indonesia berjuang mati-matian, DN Aidit dan pengikutnya yang tergabung dalam PKI melakukan pemberontakan. Hal ini dilakukan untuk merubah ideologi Bangsa Indonesia, […]

Jelajahi Cerita Inspiratif ITS

Temukan inovasi, penelitian terkini, dan kisah sukses sivitas akademika ITS dalam setiap edisi majalah kami.

Latest Videos
×