Barang Terdata, Gudang Tertata, Komoditas Terjaga; Rotasi Persedian Gudang Koperasi Desa

Terbit pada

Kamis, 1 Oktober 2026

Tim TEP 6 ITS bersama warga, perangkat kampung, dan Bhabinkamtibmas Kampung Demini usai pelatihan
Tim TEP 6 ITS bersama warga, perangkat kampung, dan Bhabinkamtibmas Kampung Demini usai pelatihan

Momiwaren, ITS News — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 6 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberikan pelatihan Manajemen dan Pemberian Identitas Persediaan gudang bagi pengurus Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) Demini. Pelatihan diberikan guna bantu tingkatkan produktivitas ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi. 

Berto Mulia Wibawa SPi MM PhD selaku ketua tim mengungkapkan bahwa sejauh ini, pengelolaan persediaan di gudang masih belum terorganisir. Terutama terkait alur keluar dan masuk barang. 

Lebih lanjut, penataan gudang semakin rumit dikarenakan tidak ada identitas pada setiap barang. Karena itu, perlu juga dilakukan penamaan pada setiap barang atau komoditas yang baru masuk untuk memaksimalkan penataan dan efektifitas gudang. “Kalau manusia punya identitas agar mudah dikenali, karung komoditas juga perlu punya identitas,” ujar Berto.

Untuk itu, Berto dan tim mengimplementasikan konsep first in, first out atau FIFO. Konsep tersebut merupakan metode pengelolaan persediaan atau data di mana barang atau elemen yang pertama kali masuk atau datang akan menjadi yang pertama kali keluar atau diproses. Konsep tersebut, lanjut Berto, dibumikan dengan studi kasus 50 karung jagung yang masuk bertahap selama tiga minggu. 

Kemudian, turut dibangun pemahaman inventaris dengan mengarahkan peserta mengisi worksheet, memindahkan informasi ke label dan menempelkannya pada karung. Setelahnya, peserta diminta untuk membacakan kembali untuk memastikan tiga informasi utama benar-benar lengkap dan terbaca.

Serah terima Paket Hibah printer thermal, kertas thermal, dan timbangan digital kepada pengurus Kopdes Demini
Serah terima Paket Hibah printer thermal, kertas thermal, dan timbangan digital kepada pengurus Kopdes Demini

Setelah diberikannya pelatihan dan praktik implementasi, tim turut memberikan paket hibah untuk mendukung operasional koperasi. Paket hibah tersebut yakni printer atau mesin cetak thermal beserta kertasnya, hingga timbangan digital yang diharapkan dapat membantu pencatatan berat atau netto secara akurat pada setiap barang yang masuk. 

Untuk menguatkan setiap praktik dan pengetahuan yang diberikan, Berto dan tim menekankan tiga aturan utama. Bahwa setiap barang masuk harus tercatat, setiap karung komoditas diberi label, dan persediaan yang lama harus keluar lebih dulu. “Dengan demikian, barang di gudang tidak lagi menjadi tumpukan, namun menjadi aset yang bisa dilacak, dijaga, dan dijual tepat waktu demi kesejahteraan bersama,” papar Berto.

Melalui pelatihan manajemen dan identifikasi persediaan gudang ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama terkait SDGs ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui penerapan metode FIFO serta pemberian hibah berupa mesin cetak thermal dan timbangan digital, program ini berupaya meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi. (*)

×