Atasi Pengangguran Terdidik, ITS Kembali Gelar BKI ke-47

Terbit pada

Rabu, 14 Oktober 2026

Jajaran pimpinan ITS menghadap layar saat secara simbolis membuka kegiatan BKI ke-47 di Grha Sepuluh Nopember ITS
Jajaran pimpinan ITS menghadap layar saat secara simbolis membuka kegiatan BKI ke-47 di Grha Sepuluh Nopember ITS

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menyelenggarakan Bursa Karier ITS (BKI) ke-47 yang berlangsung di Grha Sepuluh Nopember ITS, Rabu (14/10). Kegiatan ini menjadi upaya ITS dalam mempertemukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas unggul dan kompetitif, sesuai dengan kebutuhan pasar industri. 

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengungkapkan bahwa lulusan baru kini dihadapkan dengan dinamika dunia kerja yang kian kompleks. Selain itu, disrupsi teknologi, transformasi industri, dan kompetisi global yang semakin terbuka menjadi tantangan baru antara industri profesional dengan para pencari kerja. 

Rektor ITS Prof Bambang Pramujati ST MScEng PhD saat menyampaikan sambutannya dalam pembukaan BKI ke-47
Rektor ITS Prof Bambang Pramujati ST MScEng PhD saat menyampaikan sambutannya dalam pembukaan BKI ke-47

Bambang memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan angka pengangguran terdidik di Indonesia pada tahun 2026 telah mencapai lebih dari satu juta orang. Angka tersebut, menurut Bambang menunjukkan bahwa tantangan ketenagakerjaan masih perlu dijawab bersama. “Perguruan tinggi memiliki tugas besar untuk terus memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri,” pungkasnya. 

Ia juga menekankan pada era ini, nilai akademik tidak lagi menjadi satu-satunya tolak ukur kesuksesan karier lulusan. Karenanya, lanjut Bambang, ITS terus berupaya meningkatkan kesiapan kerja dan penyerapan alumni dengan penguatan layanan karier serta perluasan jejaring industri. 

Evaluasi secara berkelanjutan terus dilakukan dengan adanya pemantauan lewat Tracer Study dan umpan balik pengguna lulusan atas masa tunggu memperoleh pekerjaan. “Selain itu, penilaian akan relevansi pekerjaan dengan bidang keilmuan, serta kualitas kontribusi alumni di dunia profesional turut kami perhatikan,” terang Bambang.

Maka dengan itu, ITS melalui BKI menjadi upaya meningkatkan kesiapan kerja dan penyerapan alumni melalui penguatan layanan karier dan perluasan jejaring industri. Pengembangan kompetensi mahasiswa dan lulusan juga menjadi langkah penting agar lebih siap menghadapi kehidupan pasca kampus. 

Salah satu peserta BKI ke-47 memindai poster lowongan kerja
Salah satu peserta BKI ke-47 memindai poster lowongan kerja

Dalam pelaksanaannya, BKI menyerap 48 mitra industri yang turut membuka stand booth dengan menawarkan lebih dari 400 lowongan kerja. Kegiatan yang bertajuk expo karier ini memberikan kesempatan bagi peserta yang terdiri atas mahasiswa, alumni, serta masyarakat umum memperoleh informasi lowongan kerja serta berinteraksi langsung dengan perwakilan perusahaan.

Melalui BKI ke-47 ini, Bambang mengharapkan keberhasilan kolaborasi yang semakin kuat. Selain itu, turut terbukanya lebih banyak kesempatan kerja, serta menjadi langkah nyata dalam meningkatkan daya serap lulusan ITS dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. 

Melalui ekosistem kampus yang senantiasa mendukung kehidupan pasca kampus para lulusannya ini, menjadi aksi nyata ITS dalam mendukung capaian Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Terutama SDGs ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dengan kurikulum pendidikan yang adaptif. 

Tidak hanya itu, turut didukungnya capaian SDGs ke-8 dengan penyediaan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan pameran karier yang konsisten dilaksanakan setiap periodenya. Serta, capaian SDGs ke-17 terkait Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan jalinan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan mitra industri. (*)

×