
Surabaya, ITS News – Menanggapi tantangan akses air bersih akibat risiko infiltrasi zat pencemar dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Keputih, American Institute of Chemical Engineers Institut Teknologi Sepuluh Nopember Student Chapter (AIChE ITS SC) sukses meluncurkan inovasi teknologi tepat guna. Sebuah sistem filtrasi air sumur pintar yang terintegrasi dengan sensor digital resmi dipasang pada sumur warga di Jalan Keputih Tegal Bakti I Blok C, dekat Masjid Harmaidah, Surabaya, Minggu (31/5).
Perwakilan AIChE ITS SC, Inan Jazilaturrohmah, menjelaskan bahwa letak geografis pemukiman yang berdekatan dengan area pembuangan memicu kekhawatiran tinggi terhadap potensi penurunan kualitas air tanah. Rembesan aktivitas penumpukan limbah di TPS dinilai rawan memicu akumulasi zat organik terlarut, logam berat, serta tingginya angka padatan tersuspensi pada sumur domestik warga. “Untuk itu, kami merancang arsitektur pemurnian otomatis 4 tahap yang mengombinasikan filter multi-media (Ferrolite, pasir kuarsa, karbon aktif, zeolit), bio-filter (sabut kelapa dan bio-ball), serta adsorpsi lanjutan berupa Granulated Activated Carbon (GAC) dan Chlorine, Taste, and Odor (CTO) filter,” urainya.
Lebih dari sekadar filter konvensional, alat ini dilengkapi sistem monitoring kualitas air secara langsung (real-time) berbasis mikrokontroler ESP32 yang mengintegrasikan lima jenis sensor pintar meliputi sensor pH, TDS, turbiditas, temperatur, dan ultrasonik. “Sistem ini dirancang untuk memantau kelayakan air secara berkala agar hasil luaran dapat dipastikan memenuhi standar baku mutu air higiene sanitasi menurut Permenkes No. 32 Tahun 2017,” tambah Inan. Guna memudahkan warga lokal memantau kondisi air secara mandiri, panel layar LCD numerik turut disematkan pada unit kontrol alat untuk menyajikan data parameter secara langsung.

Langkah konkret yang digagas oleh AIChE ITS SC di Kampung Binaan Keputih ini merupakan manifestasi nyata dukungan terhadap agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin ke-6 mengenai penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation). Sinergi ilmu teknik kimia dan aksi sosial ini diharapkan dapat terus dikembangkan demi mewujudkan ketahanan lingkungan berskala komunitas yang berkelanjutan. (*)