Terbit pada
Rabu, 28 Oktober 2026

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Laboratorium Teknologi dan Manajemen Produksi Kapal (Tekmanpro) Departemen Teknik Perkapalan menggelar pelatihan pengelasan berbasis industri. Lewat program Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas), ITS membekali 20 siswa SMK se-Surabaya dengan keterampilan pengelasan sebagai persiapan sertifikasi kompetensi.
Ketua tim pelaksana Abmas Ir Imam Baihaqi ST MT PhD menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan penyelenggaraan kedua yang bertujuan mengenalkan standar pengelasan industri kepada para siswa. Peserta yang berasal dari SMKN 2, SMKN 5, SMKN 45, dan SMK PGRI 4 Surabaya tersebut diajak memahami tahapan sertifikasi hingga kriteria penilaian kualitas hasil las. “Kami menjelaskan hal yang harus dilakukan agar dapat lolos uji sertifikasi, termasuk bagaimana kualitas hasil las diuji,” ujarnya.
Sebelum memasuki sesi praktik, peserta mendapatkan pembekalan mengenai materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), posisi dan geometri pengelasan, serta pengenalan jenis cacat las. Tak hanya itu, peserta juga dikenalkan dengan pengujian tidak merusak (non-destructive testing) dan uji mekanis. “Pembekalan teori dasar ini penting agar peserta dapat mengedepankan aspek K3 di lapangan,” terang Imam.

Pemahaman mengenai standar pengelasan tersebut menjadi bekal siswa untuk memenuhi kebutuhan industri. Guru Besar Departemen Teknik Perkapalan ITS Prof Dr Ir Heri Supomo MSc menjelaskan bahwa peluang kerja seorang welder terbuka hingga pasar internasional. “Bahkan negara seperti Jepang dan Korea mencari welder hingga ke Indonesia karena kekurangan tenaga terampil,” tuturnya.
Untuk mengasah keterampilan pengelasan, peserta berlatih membuat sambungan tumpul posisi 1G menggunakan metode shielded metal arc welding (SMAW) dari tahap pengaturan mesin, root pass, hingga capping. Meski beberapa hasil las tampak baik secara visual, pemeriksaan lanjutan melalui uji tekuk masih menemukan cacat kurang fusi. Heri menambahkan, hasil ini menjadi evaluasi untuk memetakan kemampuan awal peserta dan meningkatkan kualitas pelatihan berikutnya.

Dalam pelatihan yang dilaksanakan dua hari sejak 17 Oktober lalu itu, Muchell dari SMKN 5 Surabaya terpilih sebagai peserta dengan hasil pengelasan terbaik. Capaian tersebut diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus mengasah keterampilan agar lebih berdaya saing di dunia kerja. “Melalui pembekalan ini, kami ingin para siswa lebih siap saat nantinya mengikuti uji kompetensi resmi di lembaga bersertifikasi,” tutur Heri.
Melalui pelatihan ini, ITS turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan vokasi. Selain itu, Abmas ini turut berkontribusi pada pencapaian poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pembekalan kompetensi produktif. (*)
Reporter: Nur Anisa Alya Eriska
Redaktur: A. Rifda Yuni Artika