
Kampus ITS, ITS News — Kiprah lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berkembang hingga ke sektor industri di Timur Tengah. Jejak profesional tersebut dibagikan dalam Career Opportunity in The Middle East yang digelar oleh Departemen Teknik Kimia ITS secara daring, Sabtu (12/9), sekaligus membuka wawasan mahasiswa mengenai beragam jalur karier yang dapat ditempuh di tingkat global.
Wakil Rektor I ITS Prof Nurul Widiastuti SSi MSi PhD mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri sejak awal perkuliahan. “Mahasiswa perlu membangun jejaring dengan alumni, meningkatkan kualitas portofolio sejak semester pertama, serta berani memperluas tujuan karier hingga ke luar Indonesia,” pesannya yang disampaikan secara daring.
Salah satu alumni yang membagikan pengalaman profesionalnya adalah Nidya Santoso, alumnus Teknik Kimia ITS angkatan 2007. Nidya kini dipercaya sebagai Process Safety Engineering Manager di SLB UAE setelah sebelumnya berkarier sebagai Senior Process Safety Engineer di PT Synergy Engineering.

Berbekal pengalaman melintasi berbagai lingkungan kerja, Nidya menekankan pentingnya keberanian mahasiswa untuk mengambil peluang dan menghadapi kegagalan. “Adik-adik mahasiswa harus berani nekat dan gagal, tetapi yang paling utama adalah membangun kepercayaan diri dan komunikasi,” ujarnya memotivasi.
Selain pengalaman industri, mahasiswa juga mendapat perspektif mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan. Naeem Bayaksud, alumnus Teknik Kimia ITS angkatan 2021, kini menempuh pendidikan doktoral bidang Chemical Engineering di King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM), Arab Saudi.

Sebelum melanjutkan studi doktoral, Naeem memiliki pengalaman profesional di PT ARSynergy Resources. Perjalanannya menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi tidak berhenti setelah memperoleh gelar sarjana. “Janganlah pernah puas setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, sebab memperdalam keahlian dengan lanjut studi di tingkat internasional itu penting,” tutur Naeem mengingatkan.
Kegiatan ini mampu memperkuat koneksi mahasiswa dengan alumni sekaligus mendorong kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri global. Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pembelajaran dan kesiapan kompetensi. (*)