Abmas ITS Hadirkan Galon Takakura Pengolah Sampah - ITS News

Abmas ITS Hadirkan Galon Takakura Pengolah Sampah

Published on
By
Pembuatan galon takakura
Salah satu mahasiswa tim pengabdian masyarakat HMTL ITS membantu warga dalam membuat galon takakura

Kampus ITS, ITS News — Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah menjadi salah satu faktor menurunnya kualitas lingkungan. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat (abmas) Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginisiasi program kampung mitra untuk membantu pengelolaan sampah.

Ketua tim abmas Marvel Dharma Dwinanda membeberkan bahwa kegiatan ini didasari oleh kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Banyaknya sampah yang menumpuk di tempat penampungan sementara (TPS) mengakibatkan penimbunan sampah sehingga memengaruhi kondisi kenyamanan lingkungan. “Sampah sisa makanan menjadi mayoritas sampah yang dibuang oleh masyarakat,” terangnya.

Penyampaian materi mengenai sampah organik
Welly Herumurti ST MSc menyampaikan materi terkait pengolahan sampah organik kepada para warga

Untuk itu, tim abmas HMTL ITS ini menginisiasi program tata kelola sampah kepada masyarakat di Kelurahan Medokan Semampir RW 03, Kota Surabaya. Bagi anak-anak, kegiatan difokuskan pada edukasi mengenai jenis-jenis sampah dan pentingnya membuang sampah sesuai jenisnya. Sementara itu, warga setempat diberikan penyuluhan terkait pemanfaatan sampah organik dan pelatihan pembuatan galon takakura.

Galon Takakura merupakan komposter sederhana yang dapat mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Inovasi ini memungkinkan sampah organik sehari-hari diolah untuk kemudian dimanfaatkan kembali. “Komposter ini menghasilkan kompos setiap tiga bulan sekali dan dapat diterapkan oleh seluruh rumah tangga,” tutur mahasiswa angkatan 2024 tersebut.

Lebih lanjut, Marvel menyampaikan bahwa pembuatan galon Takakura tergolong mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Komposter tersebut dapat dibuat menggunakan barang yang sudah tidak terpakai dan mudah ditemukan, seperti galon bekas serta sisa karpet tebal. Setelah dibuat, galon Takakura dapat langsung digunakan untuk membantu proses penguraian sampah organik rumah tangga secara berkelanjutan.

Pemilahan sampah sisa makanan
Pengumpulan sampah sisa makanan untuk kebutuhan pembuatan galon takakura oleh tim pengabdian masyarakat HMTL ITS

Ke depannya, Marvel berharap inovasi dan pelatihan tersebut dapat membantu mengurangi volume sampah di lingkungan masyarakat. Selain itu, pembuatan galon Takakura diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas oleh seluruh warga setempat. “Adanya inovasi ini bukan hanya dapat bermanfaat untuk pengelolaan sampah, melainkan juga dapat dimanfaatkan sebagai kompos gratis untuk tanaman,” tutupnya.

Program ini turut sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi pada SDGs poin ke-11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan. Dengan adanya program ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan sampah organik sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih dan nyaman. (*)

 

 

Reporter: Mohammad Fariz Irwansyah
Redaktur: Andra Eka Wijayanti

×