Sebanyak 17 perguruan tinggi se-Indonesia yang terdiri dari 44 peserta mengikuti kompetisi ini. Karya terbaik merupakan seleksi selama dua hari pada 20 November 2009 lalu. Dari hasil penyeleksian itu, didapat 10 karya nominator yang berhak mempresentasikan rancangan bangunan tugas akhirnya di depan empat orang juri arsitek professional dari institusi ternama di Indonesia.
Juri-juri tersebut adalah Prof Dr Ir Josef Prijotomo MArch dari Teknik Arsitektur ITS, Ir Basauli Umar Lubis MSA PhD dari Teknik Arsitektur ITB, Ir Adi Purnomo dari UPH, dan Ir Edi Soekanto dari Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jawa Timur. "Keempatnya merupakan juri yang kompeten dan objektif, karena berasal dari banyak institusi yang berbeda," ungkap Colinthia Erwindi selaku sekretaris panitia.
Karya-karya peserta yang diprersentasikan dibedakan dalam dua kategori, yaitu karya yang lebih menekankan pada keinginan menyampaikan gagasan (Kategori Ekspresi), dan karya yang lebih menekankan pada keinginan mewujudkan asas-asas fungsional dan keterbangunan (Kategori Esensi).
Colinthia menjelaskan bahwa dalam setiap kategori yang ada akan dipilih tiga karya terbaik sebagai pemenang utama dan nominator yang tidak terpilih akan menjadi pemenang penghargaan I dan II dari setiap kategori yang dikompetisikan itu.
“Karya-karya yang dipajang tidak disertakan nama dan asal institusi peserta sehingga juri tidak mungkin melakukan kecurangan dalam proses penyeleksian,†jelasnya. Mengenai hadiah yang dijanjikan, pihak jurusan telah menyediakan hadiah berupa uang penghargaan. Untuk masing-masing kategori, juara I mendapatkan 2,5 juta rupiah, juara II sebesar 1,5 juta rupiah, dan juara III mendapatkan satu juta rupiah. Sedangkan untuk juara IV dan V akan mendapatkan bingkisan yang telah disiapkan sebelumnya.
Seminar dan kompetisi karya tugas akhir mahasiswa arsitektur ini juga memaparkan materi tentang perancangan bangunan yang menjadi hasil karya tugas akhir mahasiswa yang telah disidangkan pada tahun ajaran 2008-2009 dan 2009-2010 dengan korelasinya terhadap dunia praktik arsitektur masa kini. Paparan ini mengarahkan mahasiswa untuk bisa terus mengekspresikan karya-karyanya secara unik.
Ditemui diruang kerjanya, Ketua Jurusan Arsitektur, Ir Purwanita Setijanti MSc PhD menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menyadarkan mahasiswa untuk lebih memahami spesifikasi dan mengenal perbedaan antar karya mahasiswa.
“Mahasiswa harus bisa melihat adanya sesuatu yang unik dalam sebuah karya sehingga kreatifitas mahasiswa setiap tahunnya bisa terlihat,†imbuhnya. (m10/mtb)
Jombang, ITS News — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri dari Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Kampus ITS, ITS News — Tim dari mahasiswa Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan inovasi
Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta
Kampus ITS, ITS News — Untuk lebih mengenalkan diri ke masyarakat luas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar kegiatan