ITS News

Rabu, 28 Januari 2026
30 November 2012, 20:11

Raih Juara dengan Komputer Surface Table

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Karya ini diberi nama Surface Table. Bukan main-main, buah kreasi tiga mahasiswa ini telah berhasil memenangkan medali perak pada Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) pada bulan Oktober lalu.

Aditya menceritakan, ide pembuatan Surface Table dimulai pada awal Februari lalu. Saat itu, ia bersama seorang temannya tengah menonton sebuah video mengenai produk komputer berbentuk meja dari Microsoft. Sebagai mahasiswa yang menggemari dunia IT, ia merasa ingin memiliki produk tersebut.

Namun Aditya merasa, harga jual produk ini terlalu tinggi untuk ukuran kantong mahasiswa. Untuk setiap unitnya, produk ini dibanderol dengan harga US$ 8000 atau sekitar Rp 75 juta. Padahal menurut mahasiswa jurusan Teknik Informatika ini, produk ini bisa dijual dengan harga yang jauh lebih murah.

Oleh temannya, Aditya kemudian ditantang untuk bisa mengembangkan produk serupa. Bila berhasil, ia akan diberi uang sebesar Rp 10 juta. Merasa diberi tantangan, mahasiswa asal Jakarta ini serta-merta menerima peluang tersebut. "Awalnya tidak yakin juga bisa membuat produk ini," katanya.

Hanya butuh waktu setengah tahun bagi Aditya untuk mengembangkan Surface Table ini. Ia pun berhasil mengejutkan temannya dengan menciptakan Surface Table hanya dengan modal sebanyak Rp 5 juta. "Tentu saja dia belum menyiapkan uang taruhan kami karena yakin saya tidak bisa membuat Surface Table ini," akunya seraya tersenyum.

Namun, selidik punya selidik, pengembangan produk ini tidak selamanya berjalan mulus. Aditya menceritakan, pembuatan Surface Table sempat mengalami beberapa kendala. Seperti masalah dana dan ketersediaan komponen-komponen elektroniknya. Untungnya, sebagai tambahan modal, ia mendapat pinjaman sebesar Rp 3 juta dari seorang teman. "Sisanya dari tabungan saya sendiri," ujarnya pendek.

Aditya mengaku, keikutsertaannya dalam Gemastik V hanya dilakukan dengan alasan iseng. Ia mengajak dua orang temanya untuk ikut merapikan Surface Table agar layak dilombakan. Ia pun bersyukur memiliki tim yang solid dan saling melengkapi. Adiwidia Karyono bertanggung jawab sebagai system analyst yang bertugas mencari masalah dan bug dari produk. Sedangkan Farras Kinan membuat video dan desain alat. "Kami adalah tim yang solid. Farras dan Adi bekerja hebat," kata Aditya.

Saat perlombaan, Surface Table sempat mengalami kerusakan. Sensor optik yang menjadi salah satu komponen penting dari alat mengalami kerusakan. Aditya dan timnya pun sempat galau. Pasalnya sensor optik yang digunakan pada Surface Table tidak dijual di Indonesia. "Kami berhasil menemukan sensor optik yang hampir sama setelah keliling kota Bandung, tapi sayangnya tidak bekerja dengan maksimal," ungkapnya.

Mahasiswa yang berulang tahun pada tanggal sembilan November ini menyebutkan, Surface Table akan menjadi teknologi yang revolusioner. Menurutnya, komputer masa depan akan selalu terintegrasi dengan peralatan lain seperti cermin, meja atau lemari pendingin. "Bayangkan saja bila seorang arsitek bisa memanipulasi objek yang didesainya hanya dengan menggunakan tangan di atas permukaan komputer touchscreen di permukaan meja," tuturnya.

Saat ini, Aditya tengah berusaha untuk kembali memperbaiki produknya. Ia ingin mendesain Surface Table dengan desain yang cantik dan elegan. Sehingga, konsumen tidak akan ragu lagi untuk menggunakan produk ini. "Saya bercita-cita untuk mengkomersilkan alat ini," ujarnya penuh semangat.

Satu Semester Dua Prestasi
Sebelum menjuarai Gemastik V, Aditya juga berhasil meraih juara kedua pada e-Learning International Contest of Outstanding New ages (e-ICON) World Contest di Incheon dan Seoul, Korea. Pada kontes ini, Aditya bersama Maranu Toto Negoro menciptakan aplikasi untuk mengedukasi masyarakat mengenai angin topan.

Aditya mengaku, kecintaannya terhadap dunia IT telah dimulai sejak kecil. Awalnya, ia sering membaca majalah sains dan teknologi yang dibawa ayahnya yang bekerja di sebuah perusahaan IT. Seiring waktu, ia semakin senang membaca majalah-majalah IT hingga tidak ragu untuk berlangganan. "Ada satu majalah yang menurut saya sangat bagus, yakni majalah Popular Mechanic dari Amerika," tuturnya.

Ditanya mengenai rahasia keberhasilannya, Aditya menyebutkan bahwa kesuksesan dan kemenangan tidak selalu menjadi sumber kepuasan. Menurutnya, kepuasan hanya diperoleh bila kita meyakini bahwa hal yang kita lakukan adalah hal hebat. "Dan satu-satunya cara untuk membuat sesuatu yang hebat adalah dengan mencintai apa yang kita kerjakan," pungkasnya. (ram/fz)

Berita Terkait