ITS News

Kamis, 15 Januari 2026
13 Mei 2016, 23:05

ITS Robotics Team Siap Tampil Nasional

Oleh : Dadang ITS | | Source : -
Kategori pertama yang didemokan yakni bernama ITS Champion in Robot (Ichiro). Robot yang menjadi atlet di Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) ini berjumlah tiga robot dalam satu tim. Meski demikian, tim Ichiro ternyata pernah berhasil mengalahkan lawan dengan jumlah anggota empat robot. Keberhasilannya terbukti mengusung gelar juara satu pada KRI tingkat regional IV seminggu kemarin di Jember. 
Robot dengan harga mencapai Rp 160 juta ini senantiasa dilakukan pengembangan menuju KRI 2016 pada tanggal 1-4 Juni mendatang. Optimis dengan tak menambah jumlah anggota tim, ketiga robot ini juga akan ditambahkan sistem obstacle avoidance. Sistem baru yang mempunyai kemampuan untuk mendeteksi dan menghindari halangan dari lawan. 
Tak mau kalah, robot seni tari ITS juga menunjukkan persiapan yang matang untuk menghadapi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) mendatang. Dua robot penari siap menampilkan pertunjukkan tari topeng putri. Setiap tahunnya, KRSI memberikan ketentuan musik pengiring tari yang berbeda. Kali ini, tari topeng putri asal Betawi lah yang dipilih. 
"Kesulitannya adalah menyeimbangkan gerak dan jalan robot layaknya manusia," ungkap Muhammad Ainur Fahat, Ketua Tim KRSI ITS. Berawal dari kesulitan ini, tim ITS berencana menambahkan joint (sendi, red) pada setiap robot sehingga memperhalus gerakan tari yang dihasilkan. 
Selanjutnya yakni persiapan ajang Kontes Robot Asean Broadcasting Union (ABU) Indonesia (KRAI) 2016. KRAI berupa dua robot berbasis transfer energi. Dua robot tersebut yakni hybrid dan eco. Robot eco tidak memiliki sumber energi dari dalam sehingga robot hybrid lah yang akan mentransfer energinya. Energi ditransfer secara nirkabel dan ITS memilih angin sebagai energinya. 
Setelah memperoleh energi, robot eco akan berjalan sesuai track dan obstacle menuju robot hybrid. Robot hybrid yang membawa propeller akan memasangkan propeller tersebut ke tiang yang telah disediakan. 
"Sebenarnya kita sudah unggul secara waktu pada ajang regional kemarin," ungkap Rudy Dikariono ST, Koordinator Pembina ITS Robotics Team. Ia menjelaskan, kegagalan mengusung juara pertama tersebut dikarenakan kecelakaan reliable. Terdapat kesalahan sehingga sensor tidak bekerja. 
Menghadapi KRSAI nasional mendatang, ITS akan menambahkan back up sensor untuk mempertebal kehandalan robot. "Sehingga saat satu sendor tidak bekerja, sensor lain akan menjadi penggantinya," jelas Rudy. Sedangkan satu kategori lagi yakni Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) dengan jenis robot beroda dan berkaki. 
Target KRI 2016 kali ini tentunya kemenangan juara pertama di semua kategori. Utamanya KRAI, pemenangnya akan mewakili Indonesia pada Kontes Internasional ABU di Bangkok, Thailand. "Jadi waktu yang tinggal dua minggu lagi ini sebisa mungkin kami optimalkan," pungkas Rudy. (dza/akh)

Berita Terkait