ITS News

Selasa, 13 Januari 2026
20 April 2015, 09:04

AIPI Bahas Isu Pengembangan Ilmu Antar-disiplin

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Dikatakannya, salah satu penyebabnya adalah pertumbuhan program studi (prodi) baru yang begitu cepat di Indonesia. Apalagi, banyak universitas yang menawarkan prodi yang sebelumnya jarang ditemui di kampus atau bahkan tidak ada sama sekali. "Termasuk lulusan doktor baru yang butuh pekerjaan, sehingga dibukalah beberapa prodi baru," ungkapnya mengundang tawa peserta.

Pembukaan prodi baru tersebut juga melahirkan permasalahan. Sebab prodi baru selalu mengarah ke sisi dalam, sementara perkembangan jaman selalu menuntut tiap ilmu pengetahuan mengarah ke sisi luar. Karena itu, perkembangan ilmu pengetahun dalam negeri tidak dapat mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dunia internasional.

Namun, ia tidak sepenuhnya menyalahkan perkembangan prodi baru di berbagai kampus nasional. "Banyaknya prodi-prodi itu tidak masalah, asalkan tidak menghalangi pertumbuhan belajar yang lainnya," terangnya.

Lebih lanjut, Mayling menawarkan solusi kerja sama tiap disiplin ilmu termasuk prodi baru untuk melengkapi setiap aspek kekurangan disiplin ilmu lain. Sebab, menurutnya, kekurangan lahirnya prodi baru adalah ketika prodi tersebut tidak bisa menutupi kelemahan prodi lainnya, dalam hal ini bisa dikatakan saling bekerja sama.

Ia juga menjelaskan tentang tinjauan rangkuman Displinaritas Jensenius. Tinjauan tersebut terdiri dari intra-displinaritas, multi-displinaritas, cross-displinariats, inter-displinaritas, dan trans-displinaritas. Hanya saja, Mayling lebih menekankan bekerja dalam satu disiplin, seperti yang dirangkum dalam intra-displinaritas. Dengan kata lain, semua disiplin ilmu bekerja sama untuk mencapai satu tujuan yang sama.

Dari topik tersebut ia menyimpulkan kerjasama antara pemangku kepentingan di luar dunia akademik termasuk pengusaha, pejabat, dan berbagai profesi ataupun konsumen sangat membantu dalam pengembangan ilmu antar disiplin. "Kerja sama ABG (Academic, Bussiness, and Government, red) tentu saja menjadi poin penting," jelas Mayling.

Dalam lingkup perguruan tinggi sendiri, ia menekankan tiap kampus tidak bekerja sendiri. Kerjasama semua kampus akan menghasilkan karya yang berguna bagi kemajuan bangsa. "Tembok pemisah antar unit perguruan tinggi selayaknya dapat diruntuhkan untuk bekerja bersama menghasilkan pengetahuan dan inovasi untuk bangsa," pungkasnya. (ven/man)

Berita Terkait