Kenalkan Digital Marketing, ITS Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren

Terbit pada

Jumat, 30 Oktober 2026

Direktur OPOP Training Center ITS, Dr Ir Arief Abdurrakhman ST MT saat memaparkan materi di hadapan santri Ponpes An-Nur Surabaya

Surabaya, ITS News – Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi berbasis pesantren, Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur Surabaya menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk Digital Marketing dan Penguatan Produk Halal. Langkah strategis ini dilakukan untuk membekali para santri serta pengelola Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) agar mampu bersaing di era digital sekaligus menjawab tantangan pasar produk halal yang kian meningkat. Program ini didukung penuh oleh One Pesantren One Product (OPOP) Training Center Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan BNI.

Pelatihan yang dihadiri oleh pengurus pesantren dan para santri entrepreneur ini menghadirkan serangkaian materi komprehensif. Pemateri menekankan pentingnya perubahan sudut pandang (mindset) bisnis dari usaha skala kecil (home industry) menuju pengelolaan profesional dan berkelanjutan.

Para peserta dibekali tiga strategi krusial, yaitu pengembangan strategi digital marketing, penguatan standar produk halal, serta manajemen bisnis dan koperasi pesantren (kopontren). Pada materi digital marketing, peserta diperkenalkan pada teknik pemanfaatan media sosial, e-commerce, dan branding visual untuk memperluas jangkauan pemasaran produk santri secara daring.

Pada materi standar produk halal, peserta diberikan pemahaman mengenai rantai pasok halal (halal supply chain), sertifikasi halal, serta pemenuhan standar mutu operasional untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Sedangkan pada materi manajemen bisnis, peserta diberikan pemahaman mengenai tata kelola finansial, analisis risiko usaha, serta integrasi model bisnis modern di lingkungan kopontren.

Membuka sesi pertama, Direktur OPOP Training Center ITS, Dr Ir Arief Abdurrakhman ST MT, memaparkan program Kolaborasi OPOP Training Center ITS. Beliau mengupas tuntas dua poin strategi krusial pertama, yakni pentingnya pemanfaatan media digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas serta krusialnya standardisasi dan sertifikasi produk halal guna meningkatkan daya saing unit usaha pesantren.

Sesi tanya jawab materi mengenai pengembangan SDM Kopontren oleh dosen Departemen Teknik Instrumentasi ITS, Ira Dwitasari ST MT

Sementara itu, pengelolaan bisnis yang berkelanjutan tentu membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni. Menyoroti hal tersebut, dosen Departemen Teknik Instrumentasi ITS, Ira Dwitasari ST MT, membawakan materi yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) kopontren. Beliau menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi fondasi utama agar unit usaha pesantren dapat berjalan secara lebih terorganisasi, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan usaha.

Perwakilan Bank BNI saat memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan, transformasi digital, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pengurus Kopontren An-Nur.

Melengkapi aspek digital dan manajerial, perwakilan dari Bank BNI turut hadir untuk menyampaikan materi tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Transformasi Digital bertajuk “Literasi Keuangan Terpadu Bersama Pondok Pesantren”. Sesi ini secara khusus memperdalam strategi manajemen bisnis Kopontren dengan membekali peserta dengan tata kelola finansial yang sehat dan analisis risiko usaha.

Kolaborasi antara akademisi ITS, praktisi perbankan dari BNI, dan Ponpes An-Nur Surabaya ini diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem kewirausahaan pesantren. Pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan dapat menjadi bekal dalam mengembangkan potensi usaha pesantren, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperluas peluang pasar.

Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan bisnis, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem pesantren yang searah dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. (*)

×