Dukung Program Pemberdayaan, ITS Petakan Potensi dan Kebutuhan Warga Keputih

Terbit pada

Selasa, 3 November 2026

Tim pengabdian masyarakat (kanan) saat melakukan survey warga Kelurahan Keputih

Surabaya, ITS News – Tim pengabdian kepada masyarakat Departemen Statistika Bisnis, Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), melaksanakan pemetaan sosial di Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan warga sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Mengusung tema “Kolaborasi Lintas Sektor untuk Penguatan Kapasitas dan Pemetaan Sosial”, kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Skema Abmas Kampung Pancasila dengan pendanaan ITS tahun 2026. Tim yang diketuai oleh Noviyanti Santoso PhD ini melibatkan dosen dan mahasiswa serta berkoordinasi dengan aparatur kelurahan dan pengurus wilayah setempat.

Pemetaan difokuskan pada wilayah RW 4 hingga RW 9. Rangkaian kegiatan mencakup koordinasi dengan pihak kelurahan, penyusunan instrumen, persiapan tim, serta pelaksanaan survei. Melalui pendekatan partisipatif, tim berupaya menghimpun informasi mengenai persoalan yang dihadapi warga sekaligus mengenali potensi lokal yang dapat dikembangkan.

Instrumen survei mencakup karakteristik rumah tangga, pekerjaan dan kondisi ekonomi, kepemilikan usaha, akses pendidikan dan kesehatan, partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan, serta kondisi lingkungan permukiman. Informasi tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih menyeluruh untuk mendukung perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan.

Tim pengabdian masyarakat saat berkoordinasi dengan aparat Kelurahan Keputih

Berdasarkan hasil sementara, setiap wilayah memiliki kebutuhan yang berbeda. Di RW 4 dan RW 5, temuan awal menunjukkan perlunya penguatan wadah kegiatan serta pemberdayaan pemuda dan pemudi, termasuk melalui pengembangan karang taruna.

Sementara itu, di RW 6, genangan atau banjir saat hujan masih menjadi persoalan di sejumlah RT. Di RW 8, perhatian awal mengarah pada kondisi ekonomi warga, kebutuhan pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta efektivitas pengelolaan bank sampah. Temuan tersebut masih bersifat sementara dan memerlukan pendalaman sebelum dijadikan dasar rekomendasi.

Adapun di RW 7 dan RW 9, pemetaan awal belum mengidentifikasi persoalan prioritas secara spesifik. Pengumpulan dan verifikasi informasi lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan kebutuhan warga dapat tergambarkan dengan baik.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai penerapan statistika untuk persoalan masyarakat. Mahasiswa turut terlibat dalam proses pendataan dan pengenalan kondisi lapangan, sehingga dapat menghubungkan pengetahuan di ruang kuliah dengan kebutuhan nyata warga.

Hasil pemetaan selanjutnya direncanakan menjadi bahan penyusunan dokumen peta sosial dan rekomendasi program pemberdayaan. Dengan dukungan data yang lebih terarah, pemerintah kelurahan, pengurus RT dan RW, serta mitra terkait diharapkan dapat menentukan prioritas kegiatan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Melalui Abmas Kampung Pancasila ini, ITS berupaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat. Pemetaan sosial diharapkan menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi warga serta mendukung pembangunan Keputih yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama poin ke-11 tentang Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan. (*)

×