DKV ITS Kuatkan Kreativitas Visual Lewat Tipografi Ekspresif dan Narasi Lokal Madura

Terbit pada

Rabu, 21 Oktober 2026

Ketua tim pengabdi Naufan Noordyanto SSn MSn (kanan) bersama guru pengampu seni budaya SMP berkolaborasi dalam pengajaran

Pamekasan, ITS News – Pembelajaran Seni Budaya di tingkat SMP masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya kecenderungan siswa yang merasa berkecil hati karena mitos bahwa seni rupa hanya milik mereka yang pandai menggambar figuratif, maraknya penggunaan akal imitasi (AI) instan yang berisiko mengikis proses eksplorasi manual dan berpikir kritis, hingga belum optimalnya pemanfaatan bahasa ibu sebagai gagasan karya visual sebagai terapan kontekstualisasi pembelajaran dalam bingkai Kurikulum Merdeka. Untuk menjawab persoalan tersebut, Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar kegiatan visiting pengajar di SMPN 2 Pamekasan, Rabu (21/10).

Kegiatan ini dirancang secara kolaboratif oleh tim dosen Laboratorium Media Kreatif dan Digital DKV ITS yang diketuai oleh Naufan Noordyanto SSn MSn. Mengusung topik penguatan kreativitas visual melalui tipografi ekspresif berbasis narasi lokal Madura, tim memberikan intervensi pedagogis dengan mengenalkan tipografi (desain huruf) sebagai medium berkarya yang inklusif (type as image) untuk para pengajar. Melalui pendekatan ini, huruf (tipografi) dirancang bukan sekadar teks bacaan, melainkan bentuk visual yang mampu menyampaikan emosi dan karakter pesan tanpa menuntut keahlian menggambar realistis.

Suasana pembelajaran yang diikuti oleh kelompok siswa SMPN 2 Pamekasan

Program pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 96 siswa kelas IX (4 kelompok belajar) dengan pendampingan langsung di kelas oleh Naufan dan guru pengampu Seni Budaya, Sigit Purnomo. Dalam sesi pembelajaran intensif tersebut, para siswa diajak mengidentifikasi, memilih, dan merancang ungkapan kata singkat dalam Bahasa Madura untuk divisualisasikan dengan fokus pada eksperimentasi bentuk. Setelah membuat sketsa manual, siswa memanfaatkan perangkat AI untuk melahirkan luaran visual yang kemudian dijadikan bahan refleksi dan diskusi kritis bersama. 

Sampel spesimen karya yang diciptakan oleh tim dosen DKV ITS dari sketsa hingga menggunakan software grafis (dibuat dengan teknik digital painting/digital hand drawing)

Hasil pembelajaran ini terbukti memberikan alternatif materi berkarya baru yang menyegarkan, sekaligus membangkitkan kesadaran siswa akan keunikan dan potensi estetis Bahasa Madura apabila diaplikasikan ke berbagai produk kreatif seperti sablon kaos maupun gantungan kunci. Selain itu, sesi refleksi penggunaan AI membuka pemikiran kritis siswa bahwa teknologi tidak serta-merta menghasilkan bentuk yang diinginkan tanpa adanya perbaikan manual, sehingga siswa kian menghargai proses buatan tangan dan terhindar dari ketergantungan instan.

Naufan berharap kegiatan ini dapat memantik keberanian siswa untuk terus mengeksplorasi potensi diri tanpa dibatasi oleh stereotipe kemampuan menggambar, sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal di tengah pesatnya arus digitalisasi. Sigit turut menyambut positif dampak besar dari kehadiran tim ITS karena berhasil mendekatkan kembali para siswa pada bahasa dan kebudayaan daerahnya lewat cara yang kontekstual dan relevan. 

Tim pengabdian juga menyampaikan apresiasi mendalam dan ucapan terima kasih kepada Kepala SMPN 2 Pamekasan yang telah memberikan izin serta ruang belajar bagi para siswa, serta kepada Departemen DKV ITS dan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS atas dukungan dana yang diberikan hingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan sukses.

Melalui kegiatan ini, ITS terus memperkuat dukungannya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) terutama poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. Pasca-kegiatan ini, proses bimbingan dan konsultasi karya terus berlangsung intensif antara siswa dan guru pengampu hingga November 2026 untuk mematangkan hasil analisis serta eksplorasi tipografi yang dihasilkan. (*)

×