ITS Kupas Simulasi Arena untuk Keputusan Optimal di Industri

Terbit pada

Kamis, 5 November 2026

Pemateri dan ketua pelaksana pelatihan Q-Live Class 2026
Pemateri dan ketua pelaksana pelatihan Q-Live Class 2026 Ahmed Raecky Baihaqy ST MT ketika memaparkan materi

Kampus ITS, ITS News — Kompleksitas operasional kerap menyulitkan pengambilan keputusan di dunia industri. Oleh karena itu, melalui Q-Live Class 2026, Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membekali peserta dengan simulasi Arena dan eksperimen statistik selama dua hari sejak Sabtu (31/10).

Pemateri dan ketua pelaksana Q-Live Class 2026 Ahmed Raecky Baihaqy ST MT mengungkapkan, kompleksitas sistem industri tak lepas dari unsur probabilistik yang memengaruhi operasionalnya. Kondisi tersebut membuat simulasi diperlukan untuk memproyeksikan dampak perubahan kapasitas dan penjadwalan sebelum diterapkan secara langsung. “Untuk sistem sekompleks itu, pendekatan paling efektif untuk mencari solusi adalah simulasi,” papar Raecky, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa simulasi digunakan ketika model matematis tidak lagi mampu menyelesaikan persoalan akibat variabilitas dan saling keterkaitan antarvariabel. Melalui simulasi, kinerja sistem dapat dievaluasi dan diperbaiki tanpa mengintervensi sistem nyata. Cara ini dinilai lebih hemat biaya dan waktu dibandingkan uji coba langsung.

Raecky pun menekankan pentingnya memahami logika proses sebelum membangun model. Misalnya, aturan bahwa suatu tahap tidak boleh berlanjut sebelum tahap sebelumnya selesai atau barang dengan kondisi tertentu tidak boleh lolos pemeriksaan. “Sebelum membangun model, kita harus berkenalan dahulu untuk tahu bagaimana sistem itu bekerja,” tuturnya.

Instruktur pelatihan Q-Live Class 2026 saat membimbing peserta melakukan simulasi
Instruktur pelatihan Q-Live Class 2026 saat membimbing peserta melakukan simulasi

Dalam pelatihan, peserta turut mempelajari konsep discrete event simulation atau simulasi kejadian diskrit serta pengolahan data masukan melalui fitur Input Analyzer pada perangkat lunak Arena. Materi berlanjut ke pemodelan studi kasus, verifikasi model, hingga eksperimen skenario menggunakan Process Analyzer dan OptQuest for Arena.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat Quantitative Modeling and Industrial Policy Analysis (QMIPA) Laboratory DTSI ITS. Kali ini, sasarannya adalah mahasiswa dari sebelas universitas di Surabaya dan sekitarnya. Selain mahasiswa, turut hadir dosen dari Universitas Airlangga, Telkom University Surabaya, dan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI). 

Ke depan, Raecky berharap peserta memahami alasan, waktu, dan cara menerapkan simulasi. Langkah ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Tak hanya itu, implementasi simulasi pada dunia industri turut berkontribusi pada SDGs poin ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. (*)

 

Reporter: Naurah Fitri
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi

×