Terbit pada
Senin, 2 November 2026

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kian mengukuhkan komitmennya sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional. Kali ini, Program Studi (Prodi) Sarjana Internasional Manajemen Bisnis ITS resmi meluncurkan program double degree dengan menggandeng Higher School of Economics (HSE) University St. Petersburg, Rusia.
Kepala Departemen Manajemen Bisnis ITS Assoc Prof Berto Mulia Wibawa PhD menerangkan bahwa pemilihan HSE University St. Petersburg sebagai mitra didasari oleh reputasinya di tingkat global. Salah satu perguruan tinggi terbaik di Rusia tersebut turut dikenal dengan spesialisasi unggulnya di bidang ekonomi. “Melihat keunggulan tersebut, kami menangkap peluang untuk menginisiasi kerja sama akademik,” tuturnya.
Alumnus Monash University, Australia tersebut mengungkapkan bahwa rekam jejak kemitraan kedua perguruan tinggi sejatinya telah terbangun sejak 2024. Keduanya konsisten berkolaborasi melalui program pertukaran dosen hingga penelitian bersama. “Kerja sama inilah yang kemudian berkembang menjadi lebih solid melalui peluncuran program double degree,” jelasnya.

Lebih lanjut, laki-laki asal Bandung tersebut memaparkan bahwa program double degree ini tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa ITS, tetapi juga menyasar mahasiswa HSE University St. Petersburg. Ia membeberkan, Prodi Sarjana Internasional Manajemen Bisnis ITS akan memulai skema ini pada tahun ajaran baru 2027/2028 mendatang dengan kuota sebanyak sepuluh kursi.
Dalam pelaksanaannya, Berto menjelaskan bahwa program ini mengusung skema pembelajaran 2-1-1. Melalui skema ini mahasiswa akan menempuh studi di kampus asal pada dua tahun pertama, belajar di kampus mitra pada tahun ketiga, lalu kembali ke negara asal pada tahun keempat. Nantinya, mahasiswa juga akan mendapatkan bimbingan intensif bersama dosen dari kedua perguruan tinggi dalam penyusunan tugas akhir.
Terkait kualifikasi, Berto menjelaskan bahwa terdapat sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi calon peserta. Hal ini mencakup kelulusan seluruh mata kuliah tahun pertama dan kedua, kepemilikan sertifikat IELTS, serta capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) yang memenuhi standar. “Untuk komitmen dan kesiapan calon mahasiswa akan dinilai melalui tahap wawancara,” bebernya.

Sementara itu, mengenai aspek pembiayaan, Berto membeberkan bahwa terdapat beasiswa berupa pembebasan uang kuliah yang diberikan oleh HSE University St. Petersburg. Dengan demikian, mahasiswa tidak perlu menanggung biaya perkuliahan selama menempuh studi di Rusia. Kendati biaya penerbangan, visa, dan kebutuhan harian ditanggung secara mandiri, mahasiswa tetap berpeluang memeroleh subsidi akomodasi.
Melalui upaya internasionalisasi ini, ITS kian mempertegas perannya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Poin yang didukung meliputi poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. “Diharapkan kolaborasi ini dapat mendorong mobilitas mahasiswa yang semakin masif di kancah global,” harap Berto. (*)
Reporter: Jecklin Chintya Galle Djami
Redaktur: Ahmad Naufal Ilham