Terbit pada
Sabtu, 31 Oktober 2026

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) helat pelatihan dasar pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC) selama dua hari sejak Kamis, (29/10). Lewat program Pengabdian Masyarakat (abmas), ITS membekali siswa SMK dengan keterampilan pemesinan modern guna tingkatkan kesiapan kerja di industri manufaktur.
Ketua tim pelaksana abmas Mohammad Khoirul Effendi ST MSc Eng PhD menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori pemesinan dan praktik nyata di industri. Program pembelajaran manufaktur ini berfokus pada pengoperasian mesin CNC Turning TU-2A (2-Axis) dan CNC Milling TU-3A (3-Axis). “Penguasaan teknologi CNC menjadi kebutuhan dasar dalam ekosistem manufaktur modern,” tegasnya.
Sebagai bekal sebelum mengoperasikan mesin, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pemahaman mengenai prinsip dasar teknologi CNC. Materi yang diberikan mencakup pembacaan gambar kerja, dasar pemrograman, sistem koordinat mesin, hingga prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). “Peserta diajak memahami alur kompetensi secara bertahap,” terang Khoirul, sapaannya.

Setelah mendapatkan pembekalan teori, peserta diarahkan untuk merancang dan menyimulasikan proses pemesinan menggunakan perangkat lunak Mastercam. Melalui perangkat tersebut, peserta mempelajari pembuatan model tiga dimensi sekaligus menguji program sebelum diterapkan pada mesin. Tahapan simulasi ini diperlukan untuk meminimalkan risiko kesalahan pemrograman yang dapat menyebabkan kerusakan mesin.
Selanjutnya, peserta berkesempatan mempraktikkan pengoperasian mesin secara langsung di Laboratorium Rekayasa Produksi Departemen Teknik Mesin ITS. Dengan pendampingan dosen dan mahasiswa, peserta mempelajari program dasar, mengatur posisi pahat, menyimulasikan pergerakan mesin, hingga menjalankan proses pemesinan. “Praktik tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama sesi pembekalan,” urainya.

Lebih lanjut, Khoirul menegaskan bahwa pelatihan ini tidak semata-mata ditujukan untuk mempersiapkan siswa SMK memasuki dunia kerja. Menurutnya, pengenalan teknologi dan fasilitas laboratorium juga dapat membuka wawasan peserta mengenai peluang melanjutkan pendidikan. Dengan demikian, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensinya melalui pendidikan perguruan tinggi.
Lewat perpaduan pembelajaran teori, simulasi, dan praktik langsung, Dosen Departemen Teknik Mesin ITS ini berharap peserta dapat meningkatkan pemahaman serta kepercayaan diri dalam mengoperasikan mesin CNC. Kompetensi tersebut pun diharapkan menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi uji kompetensi keahlian maupun tuntutan keterampilan di industri manufaktur.

Pelaksanaan program abmas ini mendukung komitmen ITS terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi siswa SMK. Tak hanya itu, program ini turut berkontribusi dalam poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kesiapan calon tenaga kerja terampil di sektor industri. (*)
Reporter: Naurah Fitri
Redaktur: Andra Eka Wijayanti