Terbit pada
Sabtu, 24 Oktober 2026

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Laboratorium Rekayasa Produksi Departemen Teknik Mesin ITS menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) berupa pelatihan pembuatan kandang modular. Berlangsung selama dua hari sejak Kamis (22/10), pelatihan ini memberikan bekal keterampilan pengelasan guna membuka peluang usaha.
Ketua tim Abmas Prof Dr-Ing Ir Suhardjono MSc menjelaskan, inisiasi ini berangkat dari kebutuhan masyarakat untuk memperoleh tambahan penghasilan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Adanya pelatihan pembuatan kandang modular diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memelihara hewan ternak bernilai ekonomis, seperti ayam dan kelinci. “Pemeliharaan hewan tersebut juga dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi rumah tangga,” ungkapnya.

Tak sekadar kandang biasa, Tim Abmas ITS memperkenalkan kandang modular yang dirancang praktis dan fleksibel. Kandang ini menggunakan besi kotak berongga berukuran 20 × 20 milimeter yang dipotong dan dirakit menjadi modul berbentuk kubus. Setiap modul berukuran awal 50 × 50 × 50 sentimeter, terdiri atas lima bagian pagar dan satu pintu. “Pagar ini dapat dirangkai menjadi kandang yang lebih besar sesuai kebutuhan dan kemampuan biaya pengguna,” tambah Suhardjono.
Pelatihan yang berlangsung di Laboratorium Rekayasa Produksi ITS ini berfokus pada praktik langsung dengan tetap disertai pembekalan teori dasar. Guru besar Departemen Teknik Mesin ITS ini menyebutkan, di awal peserta mendapatkan materi teknik pengelasan serta Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L). “Setelahnya baru dilanjutkan dengan praktik pembuatan kandang secara langsung,” terangnya.

Menariknya, pelatihan ini melibatkan peserta dari berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga mahasiswa dari perguruan tinggi di luar ITS. Keberagaman peserta tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. “Kami ingin agar manfaat pelatihan ini dapat dirasakan secara berkelanjutan,” imbuh Suhardjono.
Kepala Program Studi Teknik Mesin ITS Dr Ir Is Bunyamin Suryo ST MSc IPM AEng menyampaikan, kegiatan Abmas ialah salah satu bentuk penerapan Tridharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, ilmu dan teknologi yang dikembangkan harapannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat juga menjadi sarana untuk menerapkan hasil pengembangan teknologi sesuai kebutuhan di lapangan,” ungkap Bunyamin.

Ke depan, keterampilan ini dapat dimanfaatkan peserta dalam membuat kandang untuk keperluan pribadi maupun usaha. Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan keterampilan produktif. Dengan bekal tersebut, masyarakat berpeluang mengembangkan usaha secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan. (*)
Reporter: Nur Anisa Alya Eriska
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi