TEP 20 ITS Tingkatkan Potensi Pertanian dan Perikanan di Papua Barat

Terbit pada

Jumat, 23 Oktober 2026

Tim mendorong peningkatan kualitas mutu beras di Distrik Oransbari menjadi beras premium yang memiliki nilai jual lebih tinggi
Tim mendorong peningkatan kualitas mutu beras di Distrik Oransbari menjadi beras premium yang memiliki nilai jual lebih tinggi

Oransbari, ITS News — Pengembangan potensi pertanian dan perikanan membutuhkan inovasi serta penguatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 20 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendampingi masyarakat Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, untuk mengoptimalkan potensi kedua sektor tersebut melalui pengembangan ekonomi.

Diketuai Caesaryo Arif Wibowo dari Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) ITS, tim yang beranggotakan lima orang ini mengidentifikasi sejumlah kendala dalam kegiatan pertanian dan perikanan setempat. Salah satunya ialah proses produksi hingga pemasaran yang masih dilakukan secara konvensional sehingga nilai ekonomi hasil usaha masyarakat belum optimal.

Di sektor pertanian, kemandirian petani dan kapasitas lembaga ekonomi dalam mendukung rantai produksi dari hulu hingga hilir dinilai masih belum optimal. Kondisi ini berdampak pada hasil panen yang dijual dengan harga relatif murah sehingga pendapatan petani belum sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan.“Kami melihat perlunya pendampingan yang dapat membantu petani meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus memperkuat pengelolaan dan pemasaran agar produk pertanian memiliki nilai jual yang lebih baik,” ujar Ketua Tim tersebut.

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 20 ITS memberikan pelatihan pengolahan ikan menjadi berbagai produk pangan, seperti pempek ikan, cilok, dan ikan suwir berbumbu.
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 20 ITS memberikan pelatihan pengolahan ikan menjadi berbagai produk pangan, seperti pempek ikan, cilok, dan ikan suwir berbumbu.

Untuk menjawab persoalan tersebut, TEP 20 ITS mendorong optimalisasi badan usaha milik desa (BUMDes) serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan bagi petani. Salah satu upaya yang dilakukan ialah mendorong peningkatan kualitas mutu beras menjadi beras premium yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sementara itu, pada sektor perikanan, tim menemukan bahwa nelayan masih menjual ikan secara langsung sehingga nilai tambah produk belum banyak dikembangkan. Proses pencarian ikan yang mengharuskan nelayan berkeliling terlalu lama juga membuat kegiatan penangkapan kurang efisien. Kondisi tersebut mendorong tim menghadirkan solusi yang menyasar proses penangkapan hingga pengolahan hasil tangkapan.

TEP 20 ITS memberikan pelatihan pengolahan ikan menjadi berbagai produk pangan, seperti pempek ikan, cilok, dan ikan suwir berbumbu. “Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual ikan dalam bentuk segar, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah,” jelas Caesaryo.

Diversifikasi produk ini menjadi salah satu langkah untuk memperluas pemanfaatan hasil tangkapan dan meningkatkan nilai ekonominya. Tim juga memberikan freezer kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) pengolahan Sindangjaya untuk mendukung penyimpanan bahan baku maupun produk olahan ikan.

Tim membangun tiga rumpon ikan di perairan Distrik Oransbari bersama para nelayan
Tim membangun tiga rumpon ikan di perairan Distrik Oransbari bersama para nelayan

Selain pengolahan hasil tangkapan, tim membangun tiga rumpon ikan di perairan Distrik Oransbari. Rumpon berfungsi sebagai titik berkumpulnya ikan yang dapat dimanfaatkan nelayan sebagai lokasi penangkapan. Keberadaan fasilitas ini diharapkan membantu nelayan menemukan lokasi ikan dengan lebih terarah sehingga waktu dan tenaga untuk mencari ikan dapat digunakan secara lebih efisien.

Penguatan kapasitas petani, diversifikasi produk perikanan, serta dukungan sarana produksi dan penyimpanan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kegiatan ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Reporter: Restu Aisyah Rizki Permatasari

×