Terbit pada
Rabu, 21 Oktober 2026

Kampus ITS, ITS News – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar pelatihan manajemen proyek berbasis perangkat lunak Primavera P6 bagi 25 peserta dari kalangan penyedia jasa konstruksi di Surabaya, Jumat (9/10). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Laboratorium Manajemen Konstruksi ITS ini bertujuan memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam menyusun jadwal proyek dan mendukung pengelolaan pekerjaan konstruksi secara digital.
Program ini berangkat dari persoalan pengelolaan proyek yang menjadi perhatian tim pengabdi ITS, terutama penggunaan metode perencanaan dan pemantauan jadwal berbasis software yang kurang terintegrasi. Bagi penyedia jasa konstruksi, kondisi tersebut dapat menyulitkan identifikasi potensi keterlambatan, pengaturan sumber daya, hingga penyusunan laporan kemajuan pekerjaan.
Melalui pelatihan ini, ITS memperkenalkan pendekatan penjadwalan berbasis software agar peserta memiliki bekal untuk merencanakan pekerjaan secara lebih sistematis. Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk membantu pelaku usaha mengambil keputusan berdasarkan data dan mengantisipasi penyimpangan pelaksanaan proyek.
Penguatan kapasitas tersebut diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Keterkaitannya terletak pada upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola proyek sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi di sektor konstruksi.
Berlokasi di Ruang Smart Class Lantai 1 Gedung Teknik Sipil, rangkaian kegiatan dibagi menjadi dua sesi yang menghubungkan pemahaman konsep dengan penerapan penjadwalan. Sesi pertama yang bertajuk “Konsep Penjadwalan Proyek Berbasis Aplikasi” dibawakan oleh Ir I Putu Artama Wiguna MT PhD dari Laboratorium Manajemen Konstruksi ITS, yang juga menjadi ketua tim pengabdi.
Sesi tersebut memberikan landasan bagi peserta untuk memahami penjadwalan sebagai bagian dari manajemen proyek. Pemahaman konsep menjadi bekal sebelum peserta beralih pada penggunaan aplikasi, sehingga penyusunan jadwal tetap bertumpu pada logika dan kebutuhan pekerjaan konstruksi.

Pada sesi kedua, peserta diperkenalkan pada software Primavera P6 dengan studi kasus bangunan gedung. Materi disampaikan oleh Ir M Yusril Bastian STrT, praktisi bidang project control dari PT Archikon Wiratama. Penggunaan studi kasus bangunan gedung menjadi penghubung antara materi pelatihan dan konteks pekerjaan peserta. Sesi ini memberi ruang bagi peserta untuk memahami penerapan Primavera P6 dalam penjadwalan proyek konstruksi melalui contoh kasus yang konkret.
Kehadiran pemateri dari perguruan tinggi dan praktisi industri mempertemukan dasar keilmuan manajemen konstruksi dengan perspektif penerapannya di dunia kerja. Perpaduan tersebut menjadi bagian dari upaya ITS untuk mendekatkan pengetahuan dan teknologi kepada kebutuhan penyedia jasa konstruksi.
Dalam kaitannya dengan SDG 8, peningkatan kompetensi diharapkan mendukung produktivitas dan profesionalisme penyedia jasa konstruksi. Sementara itu, keterkaitan dengan SDG 9 diwujudkan melalui pengenalan dan pembelajaran teknologi untuk memperbaiki proses perencanaan serta pengendalian proyek.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, ITS berharap peserta dapat mengembangkan praktik perencanaan dan pengendalian proyek yang lebih tertata. Penguasaan perangkat lunak diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan profesionalisme dan daya saing penyedia jasa konstruksi, khususnya usaha jasa konstruksi skala kecil dan menengah. (*)