Terbit pada
Selasa, 20 Oktober 2026

Oransbari, ITS News — Digitalisasi administrasi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan badan usaha milik desa (BUMDes) dan memperluas akses informasi potensi daerah. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 10 mengembangkan dua situs untuk mendukung layanan informasi distrik sekaligus pengelolaan administrasi BUMDes dan kelompok usaha masyarakat di Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.
Tim yang diketuai oleh Faizal Mahananto SKom MEng PhD dari Departemen Sistem Informasi ITS ini beranggotakan lima orang. Program tersebut berangkat dari temuan tim mengenai sistem pencatatan administrasi BUMDes yang masih dilakukan secara manual menggunakan buku.
Ketua tim, Faizal, menjelaskan bahwa pencatatan manual membuat pengelolaan administrasi memiliki sejumlah risiko, terutama ketika data tersebar di berbagai buku. BUMDes yang menjalankan kegiatan perdagangan, misalnya, perlu mencatat pemasukan, pengeluaran, serta pemantauan stok barang secara terpisah. “Kondisi ini rawan menimbulkan masalah apabila buku hilang atau terjadi hal yang tidak diinginkan,” terang Faizal.
Sebagai salah satu solusi, tim mengembangkan situs web oransbari.com untuk memperkenalkan Distrik Oransbari beserta berbagai potensi yang dimilikinya. Anggota tim, Aryani, menjelaskan bahwa situs tersebut dirancang sebagai pusat informasi dan layanan masyarakat yang memuat informasi wilayah, perekonomian, demografi, serta berbagai kegiatan di Distrik Oransbari.

Kehadiran situs tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dan pihak berkepentingan dalam memperoleh informasi mengenai distrik. Informasi yang tersaji secara digital juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi wilayah kepada khalayak yang lebih luas.
Selain itu, tim mengembangkan situs web bumdes.oransbari.com untuk membantu pengelolaan administrasi BUMDes. Sistem ini disesuaikan dengan kebutuhan unit usaha yang dijalankan sehingga pencatatan kegiatan usaha dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
Aryani menjelaskan bahwa BUMDes yang bergerak di bidang koperasi simpan pinjam dapat memanfaatkan fitur pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Sementara itu, unit usaha perdagangan tani dapat menggunakan fitur pencatatan persediaan barang sekaligus mendukung perannya sebagai penghubung antara penjual dan pembeli. “Melalui situs ini, kami ingin membantu BUMDes mengelola administrasi sesuai kebutuhan unit usahanya,” katanya.
Upaya digitalisasi ini adalah wujud ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Program-program yang telah dilakukan TEP 10 ITS diharapkan dapat memperkuat pengelolaan usaha masyarakat sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi Distrik Oransbari.