Terbit pada
Senin, 19 Oktober 2026

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkuat kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Senin (19/10). Kerjasama diarahkan untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan wilayah.
Gubernur Papua Selatan Prof Dr Ir Apolo Safanpo ST MT menyampaikan, kolaborasi kali ini akan mencakup pendidikan, pengembangan teknologi terapan, hingga digitalisasi tata kelola pemerintahan. Apolo melihat kontribusi strategis yang telah ITS lakukan dalam pembangunan Papua sejak era Provinsi Irian Jaya hingga terbentuknya Provinsi Papua Selatan.
Kontribusi ITS tersebut antara lain memberikan pendampingan atas pendirian dan pengembangan Universitas Musamus di Merauke. Mulai dari pengembangan sarana-prasarana, peningkatan kapasitas dosen, serta perancangan metode pembelajaran. “ITS juga secara berkala membuka kesempatan bagi mahasiswa Papua untuk menempuh pendidikan tinggi di Surabaya,” ungkap Apolo mengapresiasi.
Untuk itu, jalinan kerja sama perlu dikembangkan guna memperluas kesempatan pendidikan bagi para pelajar di Papua Selatan. Ia menekankan pentingnya menyiapkan putra-putri daerah agar mampu mengelola sumber daya alam dan melanjutkan pembangunan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Prammenegaskan komitmen kampus dalam melanjutkan kolaborasi historis dengan Papua Selatan. Salah satu upaya yang ditawarkan ialah program Fast Track untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik berkualifikasi magister.
Melalui skema yang ada, mahasiswa semester tujuh dapat mulai mengambil mata kuliah jenjang magister secara hibrida. “Jadi setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, mahasiswa hanya membutuhkan tambahan satu tahun untuk meraih gelar magister di ITS,” papar Rektor.
Tidak hanya itu, ITS membuka peluang Golden Ticket bagi siswa SMA/SMK berprestasi yang direkomendasikan Gubernur Papua Selatan. Skema penerimaan tanpa tes ini dapat dipadukan dengan beasiswa pemerintah daerah maupun kementerian terkait.
Di bidang teknologi terapan, ITS turut menawarkan pengalaman pendampingan pembuatan kapal berbahan fiberglass di Papua. Program yang pernah dijalankan bersama Kementerian Sosial di Kabupaten Asmat tersebut tidak hanya menyediakan kapal, tetapi juga membekali pemuda lokal dengan keterampilan produksi dan perawatan.
Melalui pelatihan intensif, pemuda setempat mampu merancang, memproduksi, dan merawat puluhan kapal secara mandiri. Penguasaan keterampilan tersebut mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas teknologi lokal.
ITS juga menyatakan kesiapan mendampingi Papua Selatan mengembangkan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui konsep Smart City. “Karena kami telah berpengalaman dalam mengembangkan sistem Jatim Satu Data, menjadi salah satu rujukan untuk layanan publik dan pembangunan daerah,” ungkap Bambang.
Sistem terintegrasi memungkinkan pemerintah memantau kondisi infrastruktur, fasilitas kesehatan, serta pendapatan daerah secara akurat dan real-time. Upaya ini diharapkan mendukung pengambilan keputusan berbasis data sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, ITS dan Pemerintah Provinsi Papua Selatan diharapkan segera menindaklanjuti kerja sama konkret. “Sinergi ITS dalam mengembangkan pendidikan, teknologi, dan digitalisasi diharapkan mempercepat peningkatan kualitas SDM serta pembangunan berkelanjutan di Papua Selatan,” ujar Bambang berkomitmen.
Hal tersebut membuktikan bagaimana keteguhan ITS sebagai perguruan tinggi dalam mendukung capaian Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Terutama SDGs ke-4 dalam mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas melalui SDGs ke-17 terkait Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.