Terbit pada
Sabtu, 17 Oktober 2026

Kampus ITS, ITS News — Lahan yang selama ini tidak termanfaatkan berpotensi dikembangkan menjadi sumber pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi perguruan tinggi. Melalui Pelatihan Pengolahan Hasil Budidaya Ikan untuk Optimalisasi Pemanfaatan Lahan yang Berkelanjutan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendorong pemanfaatan lahan secara produktif melalui budidaya ikan dan pengolahan hasil panen, Jumat (16/10).
Pelatihan yang berlangsung di Ruang Teater ITS ini ditujukan untuk membekali dosen dan tenaga kependidikan (tendik), khususnya yang akan memasuki masa purna tugas, dengan pengetahuan mengenai budidaya ikan dan pengolahan hasilnya. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan lahan secara berkelanjutan sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah.
Sekretaris Institut ITS Prof Dr Ir Umi Laili Yuhana S.Kom MSc menekankan pentingnya optimalisasi lahan yang belum dimanfaatkan agar memiliki fungsi produktif. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi lebih, sekaligus mendukung kemandirian dalam memenuhi kebutuhan kampus.
Menurutnya, upaya pemanfaatan lahan secara produktif juga telah terlihat melalui keberadaan tanaman yang dikembangkan di area kampus. Hasilnya dapat dijumpai pada mini garden di bawah panggung wisuda yang memanfaatkan tanaman dari lahan kampus sebagai elemen dekorasi. “Pemanfaatan tanaman tersebut dapat membantu menghemat pengeluaran kampus untuk membeli bunga dekorasi selama wisuda,” jelasnya.

Selain budidaya, pelatihan ini menghadirkan Wiwin Sumiati SPi MSi dari Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memberikan materi mengenai penanganan pascapanen ikan dan pengolahan produk turunannya. Penanganan yang tepat menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas ikan sebelum diolah menjadi produk pangan.
Wiwin menjelaskan bahwa penanganan pascapanen ikan meliputi pembersihan dan pencucian, penyiangan, pendinginan, sortasi dan pemeringkatan (grading), serta pengemasan. Tahapan tersebut perlu diperhatikan agar ikan dapat diolah dengan baik dan menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan.
Menurut Wiwin, hasil budidaya ikan juga dapat dikembangkan menjadi beragam produk, seperti nugget ikan, otak-otak, kamaboko, dan bakso ikan. Bahkan, ikan yang dikeringkan dan dihaluskan dapat diolah menjadi tepung untuk bahan pembuatan hidangan penutup (dessert). Diversifikasi ini membuka peluang agar hasil budidaya tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk segar, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui pengolahan.

Wiwin turut memberikan tips praktis dalam mengolah ikan nila. “Pilih ikan berukuran sekitar satu kilogram dengan isi dua ekor, namun apabila ikan berukuran lebih kecil dapat diolah melalui proses marinasi sesuai kebutuhan,” katanya.
Pelatihan dan pengoptimalisasi lahan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin pertama tentang pengentasan kemiskinan melalui peluang ekonomi, poin ke 4 tentang pendidikan berkualitas serta poin ke 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui kolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan.
Reporter: Restu Aisyah Rizki Permatasari