Berbagi Ilmu di Pelosok, Lab Elektronika ITS Kenalkan Teknologi IoT

Terbit pada

Kamis, 15 Oktober 2026

Suasana saat siswa-siswi SMKN 1 Lengkong melakukan praktik hands-on menggunakan ESP32 didampingi oleh mahasiswa ITS

Nganjuk, ITS News – Dalam upaya mendorong pemerataan pendidikan teknologi di berbagai penjuru daerah, Tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) dari Laboratorium Elektronika, Departemen Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menyelenggarakan pelatihan Internet of Things (IoT). Kegiatan kolaboratif ini dilangsungkan di SMKN 1 Lengkong, Jumat (9/10).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Laboratorium Elektronika ini bertujuan untuk mengenalkan ekosistem teknologi cerdas terkini kepada siswa-siswi SMK dan membekali mereka dengan kompetensi keahlian praktis. Lebih dari sekadar edukasi, kegiatan ini juga mampu menjembatani kesenjangan akses edukasi teknologi di sekolah yang berada di daerah pelosok. Kehadiran mahasiswa ITS juga diharapkan memberikan motivasi bagi para siswa agar berani bermimpi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Kegiatan pelatihan dirancang dengan metode yang interaktif. Pembahasan dimulai dari materi fundamental mengenai apa itu IoT serta pengenalan berbagai mikrokontroler yang umum digunakan. Tidak hanya terpaku pada teori, para siswa langsung diajak melakukan hands-on project atau praktik langsung menggunakan development board ESP32 yang diintegrasikan dengan aplikasi Blynk. Selain IoT untuk skala rumahan, tim Abmas ITS juga memperluas wawasan siswa dengan memperkenalkan konsep teknologi IoT berstandar industri, sehingga siswa mendapatkan gambaran utuh mengenai penerapan IoT di dunia kerja profesional.

Noventy, perwakilan pihak SMKN 1 Lengkong, menyampaikan apresiasi mendalam kepada ITS dan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi

Dampak positif dari pelatihan ini sangat dirasakan oleh pihak sekolah. Noventy, salah satu guru dari SMKN 1 Lengkong, menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas pengabdian gratis ini, mengingat sekolah kerap memiliki keterbatasan anggaran untuk mendatangkan tenaga ahli berbayar. Noventy menjelaskan bahwa rata-rata orang tua siswa berasal dari tingkat ekonomi menengah ke bawah, sehingga dari 100% mungkin hanya 10-15 persen anak yang ingin melanjutkan kuliah. “Kehadiran mahasiswa Elektro ITS kami harapkan dapat memotivasi anak-anak agar memiliki impian untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ungkap Noventy.

Beliau juga menambahkan bahwa sekolah akan segera menguji coba kemampuan siswa hasil pelatihan ini untuk membuat proyek Smart Home dan menindaklanjutinya dalam kompetisi inovasi seperti lomba Automatic Week serta implementasi pada sistem pakan kolam lele otomatis.

Dari sudut pandang peserta, Maysi Trista Fadela, siswi kelas 12 Teknik Elektronika Industri, mengaku sangat puas dan mampu memancing rasa penasarannya untuk belajar secara otodidak. Maysi berharap program ini bisa terus dilanjutkan untuk mengeksplorasi sekolah-sekolah di pelosok yang masih kurang edukasinya. “Seru banget, aku bisa belajar banyak hal bahwa teknik elektronika itu bukan cuma sekadar main kelistrikan saja, rupanya bisa main mikrokontroler dan sebagainya,” tutur Maysi.

Bagi tim Abmas ITS, antusiasme dari siswa SMK menjadi bayaran setimpal atas kerja keras mereka. Salah satu mahasiswi perwakilan tim Abmas menjelaskan bahwa tantangan utama dari kegiatan ini adalah menyiapkan modul serta mengatasi troubleshooting dalam waktu yang sangat terbatas.

Foto bersama tim abmas ITS bersama siswa-siswi SMKN 1 Lengkong

Ke depannya, pihak SMKN 1 Lengkong dan Lab Elektronika Teknik Elektro ITS berharap sinergi ini tidak berhenti sampai di sini. Diharapkan ada kolaborasi lanjutan dalam bentuk bimbingan jarak jauh untuk persiapan kompetisi Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional), hingga program magang intensif bagi siswa-siswa berprestasi di kampus ITS. Hal ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. (*)

×