Terbit pada
Kamis, 8 Oktober 2026

Sidoarjo, ITS News – Akal Imitasi (AI) kini kian akrab di ruang kelas, namun kesiapan guru dan siswa untuk memanfaatkannya secara kritis dan bertanggung jawab masih belum merata. Menjawab hal itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Laboratorium Manajemen Sistem Informasi, Departemen Sistem Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar program Abmas bertema literasi AI di SMPN 1 Gedangan, Sidoarjo, Rabu (26/8). Kegiatan ini diikuti oleh 55 guru dan 152 siswa kelas VII hingga IX.
Berbeda dari penyuluhan pada umumnya, tim membekali kegiatan ini dengan dua instrumen digital yang dikembangkan sendiri. Bagi guru, disiapkan survei kesiapan AI bertajuk “AI READY?” yang memuat 43 butir pertanyaan untuk memotret empat dimensi, yakni keterampilan dasar AI, integrasi AI dalam pembelajaran, penggunaan AI yang bertanggung jawab, serta sikap terhadap teknologi ini. Hasilnya langsung tampil di layar ponsel masing-masing guru berupa profil kesiapan beserta rekomendasi area pengembangan.
Sementara bagi siswa, tim menyusun kuis literasi AI dalam empat modul, mulai dari misinformasi dan deepfake, privacy, security, hingga bias algoritma. Setiap modul yang diselesaikan menghasilkan poin yang dapat ditukar dengan hadiah, sehingga siswa tetap antusias mengikuti sesi hingga akhir. Kedua aplikasi tersebut dirancang agar tetap berjalan meski koneksi internet di aula sekolah terbatas.
Dari 51 guru yang mengikuti survei, sebanyak 35 orang berada pada tingkat User atau pengguna, sembilan orang telah mencapai tingkat Practitioner, dan tujuh orang masih di tingkat Beginner. Area pengembangan yang paling banyak muncul adalah dasar-dasar AI dan teknik penyusunan prompt, yang disebut oleh 46 guru. Adapun hambatan yang paling sering dirasakan adalah kekhawatiran soal privasi dan etika (25 guru) serta keterbatasan koneksi internet (21 guru).

Di sisi siswa, tercatat 152 siswa mendaftar dan 147 di antaranya menyelesaikan setidaknya satu modul kuis. Temuan ini menjadi bahan bagi tim untuk menyusun rekomendasi pengembangan literasi AI yang sesuai dengan kondisi nyata sekolah.
Ketua Tim Abmas, Prof Dr Sholiq ST MKom MSA mengungkapkan bahwa program ini dirancang menggunakan pendekatan assessment-based capacity building. Artinya, tim tidak sekadar memberikan materi, tetapi memetakan terlebih dahulu profil kompetensi AI guru dan siswa. “Sehingga, intervensi yang diberikan tepat sasaran dan dampaknya terukur,” ujar Guru Besar Departemen Sistem Informasi ITS tersebut.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Gedangan, Drs Rohman Wahyudi sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh ITS. Rohman mengungkapkan bahwa di era digital ini, guru dan siswa dituntut untuk adaptif terhadap AI. “Aplikasi kuis dan survei yang dibawakan sangat interaktif dan membuka wawasan kami tentang pentingnya keamanan dan etika dalam memanfaatkan AI di sekolah,” tuturnya.

Keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara tim dosen dan sepuluh mahasiswa ITS. Di bawah arahan Sholiq beserta tim dosen Departemen Sistem Informasi, tim mahasiswa mengawal penuh operasional kegiatan. Mahasiswa dibagi ke dalam tim substansi yang bertanggung jawab terhadap materi dan desain serta tim teknis yang bertanggung jawab terhadap logistik, pengembangan web, dan dokumentasi.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif oleh Auzan Taqi Syafega, Fausta Irsyad Ramadhan, beserta mahasiswa lainnya dengan pendampingan fasilitator di setiap kelompok. Ke depannya, kolaborasi ini ditargetkan menghasilkan luaran berkelanjutan berupa modul pelatihan AI Smart Teacher, publikasi ilmiah, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas instrumen yang telah dikembangkan.
Melalui kegiatan ini, tim berharap sekolah memiliki gambaran awal yang terukur mengenai kesiapan warganya menghadapi AI, sekaligus modal untuk menyusun langkah lanjutan, mulai dari pelatihan penyusunan prompt bagi guru hingga pembiasaan penggunaan AI yang kritis di kalangan siswa. Upaya ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama pada poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. (*)