Terbit pada
Sabtu, 10 Oktober 2026

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mematangkan persiapan pengabdian masyarakat mancanegara pada Kamis (8/10). Dalam program perdana ini, tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) ITS ditargetkan bertolak ke Timor Leste pada akhir Oktober mendatang.
Kepala Subdirektorat Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Prof Dr Nurul Jadid SSi MSc menuturkan bahwa program ini terwujud melalui kolaborasi bersama Universidade Dili (Undil), Timor Leste. Dalam kegiatan ini, ITS mendelegasikan lima mahasiswa dan lima dosen beserta teknisi dari lintas departemen untuk menjalankan program pengabdian di Dili.
Jadid menjelaskan bahwa pemilihan Timor Leste sebagai sasaran program tak lepas dari faktor kedekatan geografis. Sebagai negara tetangga, Timor Leste menghadapi tantangan iklim dan lingkungan yang serupa dengan Indonesia. “Menjawab kondisi dan kebutuhan kampus mitra, kami berfokus pada peningkatan energi, pangan, dan air,” paparnya.

Menjelang keberangkatan, Ketua Tim KKN Abmas Internasional ITS Prof Mukhammad Muryono SSi MSi PhD menjelaskan, sarana penunjang program telah dikirim terlebih dahulu melalui jalur laut. Logistik tersebut meliputi perangkat panel surya, pompa air, dan benih jagung serta sorgum hibrida. “Setelah seluruh logistik tiba di lokasi, kami akan bergerak ke Dili,” ungkapnya.
Dosen Departemen Biologi ITS tersebut menerangkan, KKN Abmas ini direncanakan berlangsung selama sepekan. Selama periode itu, tim KKN Abmas ITS akan melaksanakan pemasangan panel surya, penanaman benih jagung dan sorgum, serta instalasi pengairan pertanian. Ketiga kegiatan tersebut dilaksanakan langsung di kawasan pertanian kampus mitra seluas tiga hektar.
Pelaksanaan agenda ini nantinya tidak lantas menjadi akhir dari program. Muryono menambahkan, tim KKN Abmas ITS tetap berupaya memastikan manfaat dari kegiatan ini tetap berlanjut dan berkembang setelah program usai. “Akan ada transfer pengetahuan dengan Undil agar proyek percontohan ini dapat dilanjutkan secara masif,” imbuh Muryono.
Kolaborasi lintas negara ini sekaligus mempertegas komitmen ITS dalam mengawal Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus pada pemberdayaan agrikultur, pengairan, dan energi bersih secara langsung menyokong poin ke-2 tentang Tanpa Kelaparan, poin ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta poin ke-7 tentang Energi Bersih. (*)
Reporter: Jecklin Chintya Galle Djami
Redaktur: Khaila Bening Amanda Putri