Mahasiswa ITS Hadirkan Solusi Pangan Tinggi Serat untuk Penyandang Obesitas

Terbit pada

Jumat, 2 Oktober 2026

Siraja Wahaja (kiri) bersama Kepala Pusat Studi Halal ITS Prof Setiyo Gunawan ST PhD IPM menunjukkan sertifikat halal SORG+

Kampus ITS, ITS News – Peningkatan prevalensi obesitas di Indonesia menuntut inovasi pangan yang rendah kalori, tinggi serat, dan berindeks glikemik rendah. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan selai berbasis sorgum dan puree buah sebagai alternatif pangan fungsional. Dengan komposisi 70% puree buah dan 7% sorgum, produk ini memanfaatkan kandungan serat, antioksidan, dan vitamin alami untuk mendukung manajemen berat badan.

Melalui pendekatan riset, edukasi gizi, dan pemanfaatan teknologi pelacakan gizi, produk selai berbasis sorgum dan puree buah bernama SORG+ hadir sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung gaya hidup sehat masyarakat Indonesia. Siraja Wahaja, mahasiswa Teknik Pangan ITS sekaligus selaku ketua tim, mengungkapkan bahwa kebutuhan pangan sehat bukan hanya untuk segelintir orang, tetapi juga harus terjangkau dan lezat bagi penyandang obesitas.

Melalui metode formulasi berbasis sorgum dan puree buah yang tinggi serat, produk ini menawarkan alternatif selai rendah gula dan tinggi serat, namun tetap memiliki rasa manis alami dan tekstur lembut. Selai ini memanfaatkan sorgum sebagai sumber serat tidak larut dan antioksidan, serta puree buah seperti nanas dan stroberi yang kaya vitamin. Kombinasi keduanya menghasilkan produk dengan indeks glikemik rendah yang membantu mengontrol gula darah.

Baik melalui riset laboratorium maupun uji coba pada komunitas penyandang obesitas, tim peneliti menekankan pentingnya edukasi gizi, portion control, mindful eating, dan substitusi pangan. Dengan rasio formulasi yang seimbang, yakni 70% puree buah dan 7% sorgum, pendekatan fungsional dapat diterapkan untuk mendukung manajemen berat badan secara optimal.

Rekognisi SORG+ oleh Arizta Primidiyanti SGz RD (kedua dari kiri) sebagai ahli gizi

Dalam perjalanannya, inovasi SORG+ terlebih dulu melakukan uji lab untuk mengetahui informasi nilai gizi, kemudian melakukan sertifikasi halal dan rekognisi ahli gizi sebelum mengadakan riset lebih lanjut terhadap konsumen. Selanjutnya, inovasi SORG+ mengadakan roadshow guna memberikan edukasi serta melakukan uji organoleptik pada berbagai kalangan konsumen, terutama penyandang obesitas. SORG+ juga turut meramaikan acara GEREX ITS 2026 untuk mengetahui respons masyarakat terhadap inovasi SORG+.

Tim peneliti SORG+ melakukan roadshow pada acara GEREX ITS 2026

Lebih lanjut, SORG+ juga melakukan riset langsung terhadap konsumen penyandang obesitas. David, penyandang obesitas berusia 21 tahun, menjelaskan bahwa inovasi SORG+ dapat membantu mengatur pola makan para penyandang obesitas. “Saya mencoba selai stroberi SORG+ yang bikin kenyang jauh lebih lama berkat serat tinggi dari sorgumnya, sehingga membantu saya dalam mengontrol keinginan untuk makan berlebih,” tutur David.

Riset konsumen penyandang obesitas oleh Siraja (kanan) kepada David

Ke depannya, inovasi SORG+ diharapkan menjadi titik awal pemerataan akses pangan sehat bagi penyandang obesitas di Indonesia dan menjadi wadah untuk menjembatani kebutuhan gizi seimbang masa kini dengan inovasi produk pangan dari kampus. Inisiatif Selai Sorgum-Puree turut mendukung pencapaian beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya adalah poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. (*)

×