Terbit pada
Sabtu, 3 Oktober 2026

Sidoarjo, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperluas kontribusinya dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat desa. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 2026 bersama Universitas Brawijaya (UB) yang menyasar persoalan kesehatan, sanitasi, dan kualitas air di masyarakat.
Ketua PMKI 2026 Eko Agus Suprayitno SSi MT menjelaskan bahwa program pengabdian berlangsung selama enam bulan hingga Desember mendatang. Kegiatan yang diselenggarakan di Desa Tambak Kalisogo, Sidoarjo ini melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok masyarakat desa. “Mulai dari perangkat desa, kader posyandu, ibu hamil, hingga ibu yang memiliki balita ikut terlibat,” jelas Eko.
Selain melibatkan masyarakat, Eko menjelaskan bahwa tim ITS dan UB juga mengembangkan teknologi tepat guna untuk skrining kesehatan serta gizi balita. Inovasi berbasis Internet of Things (IoT) dan machine learning ini mampu mengukur tinggi dan berat badan, detak jantung, saturasi oksigen, hingga suhu tubuh secara terpadu.

Dosen Departemen Teknik Biomedik ITS itu menambahkan, hasil pengukuran direkam dan diintegrasikan melalui website untuk memudahkan dalam memantau kondisi anak. Data tinggi dan berat badan juga dapat digunakan untuk membantu mengklasifikasikan status gizi berdasarkan usia, tinggi badan, dan berat badan. “Alat ini nantinya dapat membantu kader posyandu dalam melakukan skrining kesehatan serta gizi balita secara lebih terukur,” jelasnya.
Anggota Laboratorium Biocybernetics ITS itu menyampaikan, pengabdian ini juga menggandeng puskesmas dan ahli gizi dalam program peningkatan kapasitas ibu-ibu desa. Para ibu hamil dan ibu anak berusia balita mendapatkan edukasi mengenai materi kesehatan kehamilan, persalinan hingga merawat bayi dan balita. “Kelas edukasi ini sudah berlangsung selama dua kali dan dihadiri sekitar 15 ibu-ibu,” tambah Eko.
Eko menyebutkan bahwa kegiatan ini turut dilengkapi dengan pelatihan komunikasi bagi ibu-ibu PKK dan kader posyandu. Pelatihan tersebut disampaikan oleh salah satu anggota PMKI, Mirzah Ardiansyah SE MM CMC CPSS mengenai keterampilan penyampaian informasi secara efektif dan mudah dipahami.

Lebih lanjut, desa yang terletak di pesisir Kabupaten Sidoarjo ini juga menghadapi persoalan tingkat salinitas dan kandungan zat terlarut tinggi. Anggota PMKI Ir Rahmadwati ST MT PhD IPM ASEAN Eng memaparkan bahwa timnya juga mengembangkan sistem penyaringan air berbasis reverse osmosis (RO). Teknologi ini digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas air sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat sehari-hari.
Lebih lanjut, Dosen Teknik Elektro UB itu mengungkapkan, pada pengukuran awal air memiliki nilai Total Dissolved Solids (TDS) sekitar 2400 mg/L. Setelah melalui proses penyaringan, nilai tersebut dapat diturunkan hingga sekitar 750 mg/L. “Penurunan tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas air namun tetap perlu dilakukan pengujian dengan parameter lainnya,” tuturnya.

Tim yang beranggotakan Dr Rachmad Setiawan ST MT, Rezky El Arief Arief ST MT PhD, serta Ir Nurussa’adah MT ini juga mengembangkan fasilitas pengeboran sumur. Fasilitas tersebut ditujukan untuk menyediakan alternatif sumber air ketika pasokan dari sumber utama mengalami kendala. Kehadiran sumber air cadangan ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
Melalui pelatihan serta pemanfaatan teknologi tepat guna tersebut, para kader diharapkan kian terampil mengatasi berbagai masalah, mulai dari kesehatan, komunikasi, hingga air bersih. Kedepannya, program ini diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat sasaran sekaligus membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Kolaborasi dalam PMKI 2026 diharapkan dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Upaya tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, tujuan ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta tujuan ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*)
Reporter: Hani Aqilah Safitri
Redaktur: Syahidan Nur Habibie Ash-Shidieq