Terbit pada
Selasa, 22 September 2026

Ransiki, ITS News — Keterbatasan akses air bersih masih menjadi tantangan bagi satuan pendidikan di Kampung Abresso, Papua Barat. Menjawab kebutuhan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang instalasi air bersih berbasis teknologi tepat guna melalui Focus Group Discussion (FGD) di Aula SMP YPK Yordan, Rabu (9/9).
Forum yang mempertemukan unsur pemerintah, sekolah, masyarakat, dan aparat keamanan menyepakati pembangunan sumber air baru bagi SD YPK Yordan dan TK Lachai Roi FGD. Tidak hanya itu, FGD yang dipimpin oleh Ketua TEP 1 Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD itu juga turut dihadiri oleh Ketua Yayasan PSP YPK Yordan Terra Auri SPd, Kepala Kampung Abresso Obet Warran, serta perwakilan dinas terkait.
Adi memaparkan bagaimana rencana pembangunan yang disusun oleh timnya telah didasarkan pada kondisi dan kebutuhan sekolah di lapangan. Sistem tersebut akan mencakup sumur baru, pompa, filtrasi, reservoir, serta komponen teknologi lainnya.
Kemudian, Dosen Departemen Kimia itu juga membeberkan bahwa dua sekolah terkait memiliki kebutuhan air yang cukup besar untuk menunjang aktivitas pendidikan. Dengan rincian SD YPK Yordan memiliki 64 siswa, sedangkan TK Lachai Roi menampung 30 siswa, ketersediaan air bersih menjadi salah satu penunjang kegiatan pembelajaran.

Adi menilai penyediaan infrastruktur air bersih penting untuk mendukung keberlanjutan sektor pendidikan. Upaya tersebut diharapkan turut memudahkan akses air bagi siswa sekaligus mendukung generasi unggul di kawasan transmigrasi. “Air bersih juga merupakan pondasi kebutuhan sehari-hari warga sekolah yang menjadi bagian dari upaya pembangunan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan,” papar Adi.
Selain instalasi air bersih, forum diskusi kali itu juga turut membahas pembangunan toilet baru di lingkungan sekolah. Para pihak menyepakati pembagian peran untuk memastikan pembangunan berjalan secara kolaboratif. “Tim kami akan fokus penanganan pembangunan instalasi sumber air serta sistem teknologi tepat guna dan yayasan akan mendukung kebutuhan biaya dan material pembangunan,” terang Adi.
Dukungan personel dan pengamanan akan diberikan Kodim melalui Koramil 1808-01 Ransiki serta Polres Manokwari Selatan. Kolaborasi tersebut menunjukkan keterlibatan berbagai pihak dalam memenuhi kebutuhan dasar sekolah.
Pembangunan ditargetkan selesai pada Oktober 2026. Para pihak juga menyiapkan pengelolaan sarana agar manfaatnya dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Melalui program tersebut, TEP ITS berupaya menghadirkan teknologi yang sesuai kebutuhan masyarakat. Penyediaan air bersih diharapkan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik di Kawasan Transmigrasi Momiwaren.
Upaya tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-6 tentang Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak. Kolaborasi lintas sektor juga memperkuat pembangunan infrastruktur dasar yang berkelanjutan bagi masyarakat yang sejalan dengan SDGs ke-9.