Terbit pada
Selasa, 29 September 2026

Surabaya, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan inovasi material konstruksi dan pemantauan energi sebagai bagian dari upaya mendukung penerapan green building dan target net zero emission. Inovasi tersebut disampaikan oleh Guru Besar Departemen Teknik Sipil ITS Prof Ir Priyo Suprobo MSc PhD yang hadir sebagai pembicara dalam Indonesia Green Building Festival 2026 Chapter Surabaya di Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (29/9).
Probo, sapaan akrabnya, membahas perkembangan material konstruksi yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya melalui penelitiannya, yaitu beton aktivasi alkali, yang memanfaatkan limbah industri seperti fly ash atau abu terbang batu bara sebagai pengganti semen konvensional, lalu direaksikan dengan larutan aktivator alkali. “Inovasi ini dibuat karena pembangunan gedung dan infrastruktur ke depan tidak cukup hanya memenuhi aspek kekuatan dan keamanan, tetapi juga perlu memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan,” terangnya.

Menurut Probo, pemanfaatan material tersebut menjadi salah satu pendekatan dalam mengurangi dampak lingkungan dari sektor konstruksi. “Beton aktivasi alkali tersebut menjadi salah satu alternatif material yang dapat memanfaatkan limbah industri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap semen konvensional,” jelas Rektor ITS periode 2007-2011 tersebut.
Dalam forum yang membahas bangunan hijau ini, Probo juga mengulik tentang fenomena emisi karbon yang semakin memiliki nilai ekonomi dan diperjualbelikan dalam mekanisme perdagangan karbon. Tak hanya dari sisi material, pada forum ini ITS turut memperkenalkan inovasi pengelolaan energi melalui karya Fakultas Vokasi ITS bertajuk Smart Energy Monitoring System untuk Green Building.

Sistem tersebut dirancang untuk membantu pengguna memantau konsumsi energi listrik bangunan melalui perangkat telepon seluler. Informasi pemakaian listrik dapat digunakan untuk mengetahui bagian atau perangkat yang memiliki konsumsi energi tinggi, memperkirakan biaya penggunaan listrik, serta melihat dampak emisi yang dihasilkan.
Keterlibatan ITS dalam forum nasional ini turut menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan. Pengembangan material konstruksi rendah dampak lingkungan dan pemantauan konsumsi energi sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta poin ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. (*)
Reporter: Restu Aisyah Rizki Permatasari