Terbit pada
Kamis, 24 September 2026

Kampus ITS, ITS News — Di era digital, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan data menjadi langkah penting untuk menghadirkan layanan yang lebih efisien dan terintegrasi. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan prototipe digital untuk mempermudah monitoring pertanian dan tata kelola data kawasan transmigrasi Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dipimpin oleh dosen Departemen Matematika ITS Dr Budi Setiyono MSi MT, tim melakukan serangkaian diskusi bersama Wakil Bupati Malaka, Kepala Desa Bakiruk, Kapolres Malaka, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Malaka, serta Dinas Pertanian Malaka sejak tiba pada 2 Agustus 2026.
Rangkaian tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi sebagai dasar pengembangan inovasi digital. Dengan memahami kondisi lapangan secara langsung, prototipe yang dikembangkan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pendataan sekaligus mempermudah akses layanan bagi masyarakat kawasan transmigrasi.

Budi menjelaskan, persoalan utama yang ditemukan tim adalah belum adanya arsip data yang jelas mengenai kawasan transmigrasi. Kondisi tersebut menyebabkan data yang tersedia simpang siur, sulit ditelusuri, bahkan terdapat informasi yang belum terdokumentasi sama sekali. “Pendataan yang ada masih dilakukan satu per satu menggunakan Excel sehingga datanya tidak rapi, rawan terhapus, sulit dibaca, bahkan ada yang tidak terdata,” jelasnya.
Menjawab persoalan tersebut, tim mengembangkan prototipe yang memuat sejumlah fitur untuk mendukung pengelolaan data kawasan transmigrasi. Salah satu anggota TEP ITS, Abyan, menjelaskan berbagai fitur yang ada di sistem rancangan timnya. “Aplikasi yang dibangun berbasis web ini mencakup identitas penduduk kawasan transmigrasi, data lahan dan aktivitas pertanian, hingga pemantauan hasil panen,” katanya.
Prototipe itu kemudian dipresentasikan secara langsung kepada Dinas Transmigrasi dan Dinas Pertanian Kabupaten Malaka. Dalam pemaparan tersebut, kedua dinas memberikan apresiasi sekaligus masukan terhadap pengembangan sistem agar semakin sesuai dengan kebutuhan pengelolaan data di lapangan.
Pengembangan inovasi digital tersebut menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi bagi kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah. Pemanfaatan sistem digital dalam pengelolaan data diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif serta mendorong pengelolaan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan.
Upaya TEP ITS tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada poin ke-9 melalui pengembangan inovasi dan infrastruktur berbasis teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Reporter : Restu Aisyah Rizki Permatasari