Terbit pada
Senin, 21 September 2026

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membekali puluhan sivitas akademikanya dengan keterampilan protokol dan pembawa acara atau Master of Ceremony (MC) sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam penyelenggaraan kegiatan institusi. Pelatihan tersebut ditujukan bagi perwakilan fakultas, departemen, direktorat, biro, serta unit kerja yang terlibat dalam pelaksanaan berbagai kegiatan ITS.
Pelatihan yang berlangsung di Ruang Sidang SA Gedung Rektorat ITS lantai 1, Senin (21/9), dibimbing oleh Grace Mamahit. Ia adalah praktisi komunikasi dan keprotokolan sekaligus founder WePro Communication, lembaga yang bergerak di bidang pelatihan komunikasi, public speaking, MC, dan keprotokolan.
Grace menjelaskan, protokol memiliki peran sebagai representasi sebuah institusi yang turut menentukan kualitas pelayanan serta pengalaman tamu dalam suatu kegiatan. “Protokol bukan sekadar mengatur kursi, mendampingi pejabat, kita adalah arsitektur pelayanan yang memastikan acara berjalan tertib sekaligus memberikan pengalaman layanan yang luar biasa,” tegasnya mengingatkan.

Ia menekankan tiga tugas pokok protokol yang perlu diingat, yakni memberikan penghormatan, mewujudkan harmonisasi, dan menciptakan citra yang baik bagi institusi. Dalam pelaksanaannya, protokol juga perlu memahami tata tempat dan upacara sebagai bagian dari pengelolaan kegiatan resmi.
Pemahaman tersebut kemudian dipraktekkan peserta melalui simulasi penempatan tempat duduk. Peserta berlatih menentukan posisi sejumlah pejabat dengan mempertimbangkan tata tempat serta situasi yang mungkin terjadi dalam penyelenggaraan kegiatan resmi.

Selain protokol, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik menjadi MC. Salah satu materi yang ditekankan adalah ketepatan penyebutan susunan acara, termasuk saat memandu menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne ITS. Keduanya perlu disebut secara terpisah agar susunan acara dan transisi pembawaannya tetap jelas.
Peningkatan kompetensi sivitas melalui pelatihan protokol dan MC tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. Keterampilan protokol dan MC diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan acara yang tertib sekaligus memperkuat kualitas pelayanan dan citra institusi. (*)
Reporter: Restu Aisyah Rizki Permatasari