Dari TPS 3R, Sampah Plastik Jadi Energi

Terbit pada

Rabu, 9 September 2026

Mesin pirolisis untuk meningkatkan kualitas Refused Derived Fuel (RDF) menjadi bahan bakar siap pakai

Pasuruan, ITS News – Upaya pengembangan dan penerapan teknologi pengolahan sampah terus dilakukan di Desa Randupitu, Gempol, Pasuruan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan di Balai Desa Randupitu, Senin (10/8), Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berupaya meningkatkan kualitas hasil pengolahan sampah agar dapat menghasilkan bahan bakar yang lebih murni dan siap digunakan.

Kegiatan yang dihadiri oleh tim dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Departemen Kimia ITS ini berfokus pada peningkatan kualitas minyak Refused Derived Fuel (RDF) menjadi bahan bakar siap pakai. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dari Departemen Kimia ITS dalam mendukung pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan nilai guna hasil pengolahannya

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Randupitu serta pengurus dan anggota Komunitas Pemuda Peduli Sampah (PEMPES). Setelah sesi pembukaan, tim Departemen Kimia ITS melakukan kunjungan langsung ke Tempat Pembuangan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS 3R) PEMPES untuk meninjau proses pengolahan sampah yang telah berjalan. Di lokasi tersebut, tim melihat secara langsung peralatan dan proses pirolisis yang digunakan untuk mengonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak.

Peninjauan dilakukan terhadap beberapa aspek, mulai dari spesifikasi dan kinerja teknis mesin, proses pirolisis dan alur pengolahan, hingga kualitas minyak yang dihasilkan. Tim juga melakukan pengujian dan analisis terhadap hasil konversi serta mengidentifikasi berbagai peluang yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu produk akhir.

Hasil peninjauan dan analisis kemudian dibahas bersama pengelola TPS 3R PEMPES. Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam merumuskan berbagai upaya perbaikan, baik pada proses pengolahan maupun peralatan yang digunakan. Dengan adanya evaluasi tersebut, teknologi yang telah diterapkan diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan menghasilkan bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik serta berpotensi untuk dimanfaatkan secara langsung.

Kolase suasana pengabdian masyarakat Departemen Kimia ITS di Desa Randupitu, Pasuruan

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mencari solusi terhadap permasalahan pengelolaan sampah. Pengolahan sampah melalui teknologi pirolisis tidak hanya berpotensi mengurangi sampah plastik yang terbuang, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pemanfaatannya menjadi bahan bakar.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Departemen Kimia ITS menunjukkan komitmennya dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terutama poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau. Pengembangan teknologi pengolahan sampah di Desa Randupitu diharapkan dapat terus dilakukan sehingga TPS 3R PEMPES dapat menjadi salah satu lokasi percontohan pengelolaan sampah berbasis teknologi dan partisipasi masyarakat yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. (*)

 

 

×