SiKulak, Aplikasi Buatan Mahasiswa ITS Bantu UMKM Kelola Stok Berbasis Data

Terbit pada

Rabu, 9 September 2026

Oleh
itshafidz
21

Pelatihan penggunaan aplikasi SiKulak bersama mitra UMKM

Surabaya, ITS News  — Pengelolaan stok dan keputusan pembelian grosir masih menjadi tantangan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) warung kelontong yang sebagian besar beroperasi secara manual. Menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan aplikasi “SiKulak” atau Sistem Kulakan Cerdas sebagai inovasi digital untuk membantu UMKM mengelola persediaan dan menentukan keputusan kulakan secara lebih efektif.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang masih sering dihadapi UMKM ritel, khususnya dalam pencatatan persediaan dan pengadaan barang. Pada praktiknya, pelaku usaha masih banyak mengandalkan pencatatan manual, ingatan, serta kebiasaan dalam menentukan waktu restock maupun memilih supplier. Kondisi tersebut dapat menyebabkan stok barang kosong, proses restock kurang terencana, serta biaya kulakan yang belum sepenuhnya efisien.

Tim melaksanakan kunjungan dan observasi kebutuhan mitra Kios Rukun Jaya

Oleh karena itu, SiKulak dikembangkan untuk membantu pemilik warung mencatat stok, memantau kondisi persediaan, membandingkan harga supplier, hingga memperoleh rekomendasi isi ulang berdasarkan data. Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat membuat proses pengelolaan stok dan pengadaan barang menjadi lebih terencana. Aplikasi ini juga dirancang agar mudah digunakan oleh pemilik warung dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Salah satu keunggulan SiKulak adalah fitur pembanding harga supplier yang tidak hanya mempertimbangkan harga barang, tetapi juga memperhatikan total biaya pengadaan melalui konsep Total Cost of Ownership (TCO). Dengan fitur ini, pelaku UMKM dapat membandingkan beberapa alternatif supplier secara lebih objektif sebelum melakukan kulakan.

Selain itu, SiKulak juga dilengkapi dengan fitur manajemen stok digital, klasifikasi produk ABC, indikator status stok, dashboard operasional, serta notifikasi restock. Melalui klasifikasi ABC, produk dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat kepentingan atau perputaran barang, sehingga pemilik warung dapat lebih fokus mengawasi produk yang paling berpengaruh terhadap penjualan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari observasi kebutuhan mitra, identifikasi masalah, perancangan solusi, pengembangan aplikasi, hingga pelatihan penggunaan SiKulak kepada mitra. Dalam proses pelatihan, mitra diperkenalkan dengan berbagai fitur utama SiKulak, mulai dari cara mengakses aplikasi, mengelola data produk, memantau stok, mencari produk kulakan, membandingkan harga, hingga membaca informasi pada dashboard. Dengan adanya pendampingan ini, mitra diharapkan dapat menggunakan aplikasi secara mandiri dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Kehadiran SiKulak menjadi bentuk kontribusi mahasiswa ITS dalam mendukung digitalisasi UMKM, khususnya pada aspek manajemen persediaan dan pengambilan keputusan pengadaan barang. Ke depannya, SiKulak diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas pada UMKM warung kelontong lainnya. Dengan adanya aplikasi ini, proses kulakan dan pengelolaan stok tidak lagi hanya bergantung pada perkiraan, tetapi dapat dilakukan secara lebih terencana, praktis, dan berbasis data. Hal ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) terutama pada poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. (*)

×